1 October 2026 17:10
Jakarta: Sugiono menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Pratikno selaku pimpinan terdahulu untuk mendalami berbagai pekerjaan rumah di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menko PMK.
"Pertama saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh bapak presiden dalam melanjutkan tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh kementerian koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan," kata Sugiono usai pelantikan di Istana Kepresidenan, Kamis 1 Oktober 2026, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV.
Sugiono mengatakan langkah berikutnya adalah berkoordinasi dengan Pratikno untuk membahas berbagai pekerjaan rumah yang ada di Kemenko PMK.
"Kemudian yang kedua tentu saja setelah ini saya akan berkoordinasi dengan Pak Pratikno untuk mendalami kemudian membahas hal-hal yang jadi pekerjaan rumah di Kementerian Koordinator PMK. Tadi juga saya sampaikan seperti itu kepada beliau," ujarnya.
Saat ditanya mengenai instruksi khusus dari Presiden, Sugiono mengatakan tidak banyak hal baru yang harus dilakukan. Ia juga menyinggung arah kebijakan politik luar negeri yang sebelumnya dijalankannya saat menjabat Menteri Luar Negeri.
"Saya kira tidak banyak yang baru, karena dari awal juga kita berusaha untuk menjalankan politik luar negeri; seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak," ujar Sugiono.
Sugiono juga menyampaikan keyakinannya terhadap Arrmanatha Nasir yang kini dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri menggantikannya.
"Saya kira beliau juga sudah memahami itu dan saya yakin di bawah kepemimpinan beliau sebagai Menteri Luar Negeri, wajah diplomasi kita akan semakin baik," katanya.
Mengenai kapan dirinya mendapat informasi mengenai pelantikan sebagai Menko PMK, Sugiono menjawab singkat bahwa informasi tersebut baru diterimanya sebelum pelantikan.
"Tadi, tadi. Dadakan emang? Tadi," ujar Sugiono.
Ketika kembali ditanya mengenai kesiapannya menerima jabatan tersebut, Sugiono menegaskan bahwa posisi itu merupakan tugas yang diberikan negara.
"Alasan mengambil ini, ini tugas kok dari negara," katanya.