17 October 2026 21:57
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, diproyeksikan masih berpotensi meluas dalam beberapa hari ke depan. Kombinasi cuaca ekstrem yang panas dan tingginya tingkat kekeringan menjadi pemicu utama maraknya titik api sekaligus kendala utama petugas dalam melakukan pemadaman di lapangan.
Hingga saat ini, total luas lahan yang hangus terbakar di wilayah Musi Banyuasin telah menembus lebih dari 700 hektare. Kabupaten ini menjadi salah satu daerah dengan jumlah titik panas terbanyak di Sumatra Selatan. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat terus bersiaga merespons maraknya laporan kebakaran lahan.
Di Kecamatan Sekayu, tercatat ada tujuh laporan kebakaran lahan dalam sehari yang harus ditindaklanjuti secara cepat oleh tim Satgas Karhutla. Sebaran titik api ditemukan di beberapa lokasi, seperti area depan Rusun, Desa Sukamaju, kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU), hingga lahan di belakang Politeknik Sekayu yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga. Api merambat sangat cepat karena mengonsumsi dedaunan dan ranting pohon yang mengering akibat cuaca terik.
Jurnalis Randi Alfaras dalam laporan langsungnya menyampaikan bahwa faktor kondisi alam membuat potensi munculnya kebakaran baru masih sangat tinggi.
"Sejauh ini sudah ada lebih dari 700 hektare lahan yang terbakar dan masih berpotensi untuk terjadi kebakaran di beberapa hari ke depan mengingat memang saat ini cuaca masih tergolong panas ditambah juga dengan kekeringan yang masih terjadi di wilayah Musi Banyuasin, sehingga itu menjadi kendala bagi para petugas ketika melakukan aktivitas pemadaman di lapangan," ujar Randi Alfaras dalam tayangan Top News Metro TV, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Meskipun intensitas kabut asap sudah mulai berkurang dan jarak pandang membaik hingga lebih dari 1.000 meter, indeks kualitas udara di Kecamatan Sekayu masih berada di angka 179 yang masuk dalam kategori tidak sehat.
"Untuk kabut asap memang sejak beberapa hari terakhir ini sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan, meski begitu memang untuk saat ini indeks kategori udara dari Kecamatan Sekayu di Musi Banyuasin ini berada di sekitar 179 dengan kategori tidak sehat," tambah Randi Alfaras.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan potensi titik api agar tidak memicu kebakaran yang lebih luas.