TNI Bersama Warga Bersihkan Puing Pesawat AMA yang Dibakar OPM

18 July 2026 18:24

Prajurit TNI bersama masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama bergotong royong membersihkan puing-puing pesawat Pilatus milik PT AMA yang dibakar kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Alinggama, Papua Pegunungan. Pembersihan dilakukan untuk memulihkan landasan pacu agar transportasi logistik dan pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Proses pembersihan badan pesawat Pilatus yang bernomor registrasi PK-RCY dipimpin langsung Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto yang didampingi sejumlah pejabat utama TNI.

Landasan tersebut merupakan akses transportasi udara utama bagi masyarakat Distrik Alinggama. Karena itu, pembersihan dipercepat agar penerbangan perintis yang mengangkut logistik maupun melayani kebutuhan masyarakat dapat segera beroperasi kembali.

Sebelumnya, Satgas TNI di bawah komando Kogabwilhan III juga telah mengevakuasi jenazah Kapten pilot Nicholas F. Goselin, pilot warga negara Amerika Serikat yang menjadi korban penembakan saat menjalankan misi pelayanan logistik bagi umat Kristiani di wilayah tersebut. 

Menurut TNI, proses pembersihan landasan dapat dilakukan dengan aman setelah situasi keamanan di sekitar lokasi berhasil dikendalikan oleh personel Satgas.

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan dirinya datang langsung ke lokasi untuk memastikan proses pemulihan berjalan sekaligus melihat kondisi pasca-tragedi pembakaran pesawat.

"Saya Pangkogabwilhan III, saya didampingi para PJU datang ke lokasi kejadian pembakaran dan penembakan Kapten pilot Nicholas F. Goselin pada tanggal 2 Juli 2026 yang lalu. Dan kami menyaksikan sendiri bagaimana kebiadaban OPM yang membunuh, menembak mati Kapten pilot Nicholas F. Goselin dan membakar pesawat PT AMA yang sedang melakukan pelayanan kepada masyarakat," ujar Lucky dalam tayangan Headline News Metro TV, Jumat 18 Juli 2026. 

Ia menyebut tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

"Ini menunjukkan bahwa OPM telah mengangkangi nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan. Dan ini tidak boleh terjadi di Papua," pungkasnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X