Jakarta: FIFA resmi menunjuk Indonesia dan Hong Kong sebagai tuan rumah edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 3 Oktober 2026 dengan Indonesia menjadi penyelenggara seluruh pertandingan Divisi Satu, sedangkan Divisi Dua digelar di Hong Kong.
Kehadiran FIFA ASEAN Cup menjadi bagian dari upaya FIFA memperbanyak kompetisi internasional sekaligus mendorong perkembangan sepak bola di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. Turnamen ini berbeda dengan ASEAN Hyundai Cup yang berada di bawah naungan AFF karena diselenggarakan langsung oleh FIFA dan masuk dalam kalender FIFA Match Window.
Indonesia Tergabung di Grup A
Berdasarkan hasil undian yang diumumkan pada Rabu, 29 Juli 2026, Timnas Indonesia menempati Grup A Divisi Satu bersama India, Malaysia, dan Singapura. Sementara Grup B dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, serta Filipina.
Juara dari masing-masing grup akan bertemu pada partai final untuk memperebutkan gelar juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup. Format tersebut membuat setiap pertandingan fase grup menjadi penentu langkah menuju laga puncak.
Kembali Bertemu Rival Regional
Indonesia kembali dipertemukan dengan dua rival tradisional di kawasan Asia Tenggara, yakni Malaysia dan Singapura. Selain itu, Skuad Garuda juga akan menghadapi India yang tampil sebagai negara undangan di luar kawasan Asia Tenggara.
Pertemuan dengan Malaysia dan Singapura diperkirakan kembali menghadirkan persaingan ketat mengingat sejarah rivalitas ketiga negara dalam berbagai turnamen internasional. Kehadiran India juga menambah tantangan baru bagi Indonesia pada fase grup.
Divisi Dua Digelar di Hong Kong
Sementara itu, seluruh pertandingan Divisi Dua akan berlangsung di Hong Kong. Grup A dihuni Hong Kong, Myanmar, dan Brunei Darussalam, sedangkan Grup B diisi Kamboja, Laos, serta Timor-Leste.
Penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 diharapkan menjadi ajang untuk meningkatkan kualitas persaingan sepak bola di kawasan. Dengan status sebagai turnamen resmi FIFA yang digelar pada FIFA Match Window, setiap peserta berpeluang menurunkan skuad terbaiknya sehingga kompetisi diperkirakan berlangsung lebih kompetitif.
(Daffa Yazid Fadhlan)