Jakarta: Indonesia kembali berduka setelah longsor besar melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Musibah ini tidak hanya menyebabkan kerusakan parah, namun juga merenggut puluhan nyawa, termasuk prajurit TNI Angkatan Laut yang sedang menjalani latihan.
Hingga hari ini, proses pencarian dan evakuasi korban masih berlangsung di tengah cuaca buruk dan medan yang sangat sulit. Simak infografis lengkap mengenai musibah longsor ini.
Kronologi Longsor Cisarua
Bencana longsor terjadi di Desa Pasirlangu, lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari.
Longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Sebelumnya terdengar gemuruh dari arah kampung Pasirkuning dan kemudian menghantam Pasirkuda. Longsor dipicu kondisi tanah yang labil dan curah hujan tinggi.
Longsor mengakibatkan puluhan orang tertimbun, 23 di antaranya prajurit TNI AL yang sedang melakukan latihan pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
Korban longsor
Hingga kini sebanyak 53 kantong jenazah korban longsor behasil dievakuasi dan 35 di antaranya telah teridentifikasi, 4 di antaranya adalah prajurit TNI AL.
Kendala pencarian dan evakusi
Hingga kini, Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. Namun petugas di lapangan menemui beberapa kendala mulai dari curah hujan yang tinggi hingga medan yang cukup sulit.
Upaya tim temukan dan identifikasi korban
Petugas terus berupaya menemukan dan mengidentifikasi para korban tanah longsor. Untuk mempercepat operasi, petugas mengerahkan alat berat dan bantuan anjing pelajak, memakai drone dan teknologi lainnya untuk memantau luas longsoran.
BMKG juga melakukan modifikasi cuaca, sementara Posko DVI juga didirikan untuk mengidentifikasi korban.