KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali (kiri) menginspeksi pasukan saat upacara peringatan Hari Armada RI di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 5 Desember 2025. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/rwa.
Anak Prajurit Korban Longsor Cisarua Dapat Beasiswa dan Dijamin Masuk TNI
Silvana Febiari • 29 January 2026 07:33
Bandung Barat: Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan anak-anak dari prajurit Marinir yang gugur karena bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat mendapatkan beasiswa. Anak-anak tersebut juga dijamin masuk TNI.
"TNI AL memberikan beasiswa kepada putra-putri korban sampai dengan sarjana, diberikan kesempatan dan kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI/TNI AL serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban," kata Ali dalam siaran pers, dikutip dari Antara, Kamis, 29 Januari 2026.
Menurut Ali, itu adalah bagian dari hak yang harus diberikan TNI AL kepada keluarga prajurit yang telah gugur dalam tugas. Tidak hanya itu, pihaknya akan memberikan santunan kepada keluarga para prajurit yang telah gugur.
Hingga Rabu, 28 Januari 2026, tim SAR gabungan dan para prajurit TNI AL yang berada di lokasi telah mengevakuasi lima jenazah prajurit. Lima prajurit itu terdiri dari Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Koriq, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, Pratu Marinir Febry Bramantio.
Lima jenazah prajurit tersebut telah diantar ke daerah asalnya masing-masing untuk diserahkan kepada pihak keluarga serta dimakamkan secara militer. Sedangkan untuk 18 prajurit lain yang menjadi korban longsor masih dicari oleh tim SAR dan personel TNI AL.
.jpg)
Lokasi longsor di Cisarua, Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
Hingga hari ini, lanjut Ali, TNI AL telah menerjunkan sedikitnya 200 personel Marinir. Mereka ikut membantu proses evakuasi.
Operasi pencarian ini didukung oleh teknologi mutakhir, termasuk penggunaan drone, sensor thermal, unit anjing pelacak, hingga penggunaan alat berat guna menyisir area material longsor. Dengan adanya upaya pencarian tersebut, Ali berharap ke-18 personel Marinir bisa ditemukan secepatanya.