Kompolnas Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Pedagang Cermin saat Ricuh di Pejompongan

2 September 2026 11:25

Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak penyidik mengusut tuntas kasus tewasnya penjual cermin, Bambang Setyawan, yang diduga dikeroyok sekelompok orang tak dikenal saat kericuhan unjuk rasa di Pejompongan, Jakarta Pusat, 27 Agustus lalu.

Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim meminta seluruh saksi yang berada di lokasi kejadian diperiksa. Keterangan para saksi dinilai penting untuk membantu penyidik mengungkap rangkaian peristiwa hingga menyebabkan Bambang meninggal dunia.

"Yang ada di TKP tentu itu tidak satu pun terlewatkan untuk dimintai informasi, keterangan, dan klarifikasi," ujar Yusuf dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 2 September 2026.

Selain memeriksa saksi, Yusuf mendorong penyidik memperkuat metode scientific crime investigation dengan menyisir rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Perlu dilakukan penguatan scientific crime investigation dengan menyisir titik-titik yang ada kamera CCTV,” jelasnya.

Menurut Yusuf, rekaman CCTV dapat membantu mengungkap fase-fase kericuhan, termasuk peristiwa yang terjadi ketika Bambang menjadi korban.

"Nah, yang kemudian ada korban Pak Bambang, itu perlu," katanya.

Yusuf juga menyoroti pentingnya memastikan kondisi CCTV di sekitar lokasi berfungsi dengan baik. Hal tersebut dinilai penting mengingat kawasan tersebut sebelumnya pernah terjadi peristiwa serupa.

Ia berharap sistem pengawasan di lokasi telah diperbarui dan seluruh kamera yang berada di titik-titik strategis dapat diperiksa penyidik.

“Harapannya itu sudah diperbaharui dan kondisinya memang sedang baik-baik saja gitu. Nah itu yang harus kita pastikan dan kita sarankan bahwa titik-titik yang ada kamera CCTV di sana sudah dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Hingga kini, pihak yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap Bambang Setyawan belum terungkap. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku dan rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X