Kubu Raya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) terus bersiaga menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pontianak dan sekitarnya. Sekitar 50 personel dikerahkan untuk memadamkan titik api dan mencegah kebakaran yang mengancam permukiman warga.
Ahli Madya Kebencanaan BPBD Kalbar Erfandi mengatakan puluhan personel tersebut dibagi menjadi dua hingga empat tim pemadam, sementara sebagian lainnya berjaga di posko. Mereka tetap bertugas meski pada hari libur untuk merespons laporan kebakaran dari masyarakat.
"Sekitar 50 orang itu biasanya jadi dua sampai empat tim pemadam dan ada satu yang jaga di posko," ujar Erfandi usai memadamkan lahan terbakar di Kubu Raya, Minggu, 6 September 2026.
Pada Minggu pagi, tim BPBD Kalbar bersiap menuju Desa Sungai Malaya dan Desa Sungai Raya Dalam untuk melakukan penanganan
karhutla. Namun, tim yang menuju Sungai Raya Dalam mendapat laporan warga terkait kebakaran lahan yang berada dekat dengan permukiman.
Erfandi mengatakan kebakaran yang berpotensi mengancam keselamatan warga menjadi prioritas penanganan BPBD. Belasan personel kemudian bergerak ke lokasi dan melakukan pemadaman menggunakan selang serta menyemprotkan air langsung ke permukaan tanah.
"Kalau dilihat dari permukaan memang apinya kecil-kecil, tapi di bawahnya itu api menyala dan akan terus merambat kalau tidak dipadamkan," jelasnya. Pemadaman berlangsung hampir tiga jam untuk memastikan tidak ada sisa api di lahan gambut tersebut.
Erfandi mengatakan BPBD Kalbar telah bersiaga menangani karhutla sejak Februari 2026, dengan intensitas pemadaman meningkat menjelang musim kemarau. Sejak Juli, frekuensi penanganan meningkat dari yang sebelumnya dilakukan satu hingga dua kali dalam sepekan menjadi hampir setiap hari.
"Sejak Juli itu dari biasanya hanya seminggu atau dua minggu sekali jadi hampir setiap hari," katanya.