Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Ketapang Siagakan Rumah Oksigen di 24 Puskesmas

Pengendara melintas di jalan lingkar selatan Palembang-Banyuasin yang tertutup kabut asap di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz

Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Ketapang Siagakan Rumah Oksigen di 24 Puskesmas

Metro TV • 8 September 2026 07:06

Ketapang: Kualitas udara di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, kian memburuk seiring maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini turut berdampak pada kesehatan masyarakat, salah satunya terlihat dari meningkatnya jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ketapang menyediakan rumah oksigen di 24 puskesmas dan satu posko karhutla di Desa Sungai Pelang.

"Jadi di perhuluan juga kami mendirikan posko. Terus daerah yang sekitar kota juga kami dirikan. Seperti saat ini yang paling parah itu Pelang ya, ada posko di situ," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Dokter Feria Kowira, di Ketapang, Selasa, 8 September 2026. 


Fasilitas tersebut disiapkan sebagai pertolongan pertama bagi masyarakat yang sesak napas akibat kondisi udara. Rumah oksigen dilengkapi dengan pasokan oksigen, nebulizer, serta tenaga kesehatan yang siaga.

"Kami di situ sudah sediakan gratis ya, oksigen. Terus untuk nebulaser kalau dia sesak," ujar Feria. 

Feria juga mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Warga juga diminta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan terhadap gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.


Foto udara kebakaran lahan di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar (ANTARA/HO : Walhi Kalbar)


Diketahui, Kabupaten Ketapang menjadi salah satu wilayah dengan titik api karhutla terbanyak di Kalimantan Barat. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 6 September 2026, terdapat 26 titik api di Kalimantan Barat, dengan sembilan titik di antaranya berada di Kabupaten Ketapang.

Luas lahan yang terbakar di Ketapang tercatat mencapai 46,2 hektare. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kualitas udara yang tercermin dari Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah tersebut yang berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Berdasarkan laporan mingguan yang dihimpun sejak Januari 2026, jumlah penderita ISPA pada pekan ke-35 atau periode 1-6 September 2026 mencapai 1.055 orang. (Ifdal Amal)

(Silvana Febiari)