5 September 2026 11:05
Nagekeo: Warga Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai kembali ke rumah masing-masing setelah sebelumnya mengungsi akibat gempa. Namun, sebagian warga memilih tetap tinggal di tenda mandiri di halaman rumah karena masih trauma dan khawatir terhadap gempa susulan.
Kembalinya warga ke rumah dilakukan setelah pemerintah setempat memasuki tahap dua tanggap darurat pada 29 Agustus hingga 13 September 2026. Warga mulai kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja dan membersihkan rumah yang terdampak gempa.
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan sedang hingga berat mendapatkan bantuan tenda untuk digunakan sementara. Tenda tersebut didirikan di halaman rumah agar warga tetap dapat beraktivitas tanpa harus kembali ke dalam bangunan yang rusak.
Salah seorang warga, Mey, mengatakan keluarganya sempat tinggal di pengungsian utama selama tiga hingga empat hari. Setelah itu, mereka memilih kembali ke halaman rumah dan mendirikan tenda secara mandiri.
“Lebih nyaman untuk mandiri,” kata Mey dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 5 September 2026.
Meski sudah kembali ke lingkungan rumah, Mey mengaku masih takut untuk tidur di dalam rumah. Gempa susulan yang masih terjadi membuat keluarganya memilih menghabiskan waktu di dalam tenda.
“Karena saat ini kan masih terus terjadi gempa susulan jadi takut juga kalau mau tidurnya di rumah,” ujarnya.
Mey juga mulai membersihkan rumah dari puing-puing bangunan yang runtuh. Pembersihan dilakukan bersama keluarga ketika memiliki waktu luang, meski rasa takut dan trauma masih dirasakan.
“Walaupun takut dan trauma juga itu masih ada sampai saat ini tapi mau gimana lagi,” tutur Mey.
Selain membersihkan rumah, warga juga mengamankan barang-barang penting dari dalam bangunan, terutama dokumen. Sejumlah kebutuhan seperti kompor turut dipindahkan ke tenda untuk digunakan sementara.
Aktivitas perekonomian warga pun mulai berangsur normal. Sebagian masyarakat telah kembali bekerja dan menjalankan kegiatan sehari-hari, sementara warga yang rumahnya rusak masih melakukan pembersihan dan mengamankan barang-barang.