Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional melimpah dan aman hingga tahun depan. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena ketersediaan pangan khususnya beras dipastikan aman hingga tahun depan.
Melimpahnya ketersediaan dan stok beras nasional disampaikan Mentan saat meninjau langsung kondisi gudang penyimpanan beras di kawasan Jalan Romokalisari Surabaya bersama Kepala Bulog dan instansi terkait. Peninjauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok beras nasional di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dan dinamika harga pangan di pasar.
Amran menjelaskan kapasitas gudang Bulog saat ini berada di angka lebih dari tiga juta ton, namun karena stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton, pemerintah harus menyewa tambahan gudang hingga dua juta ton. Amran memastikan distribusi beras ke berbagai daerah tetap berjalan dengan baik meski terdapat sedikit fluktuasi harga akibat faktor cuaca dan biaya distribusi.
"Bulog ini dulu tertinggi stoknya 2,6 juta ton tahun 1984 saat Bapak Presiden Pak Harto mendapatkan penghargaan dari FAO. Pada saat itu. Sekarang di era Bapak Prabowo kita mencapai puncaknya 5,3 juta ton dan penghargaan dari FAO dua kali kita terima berturut-turut. Sudah dua penghargaan tertinggi dari FAO kita terima." kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dikutip dari tayangan
Headline News, Metro TV, Kamis, 14 Mei 2026.
Selain memantau ketersediaan stok beras nasional, Amran juga melakukan diskusi dengan berbagai elemen masyarakat untuk menilai kinerja maupun memberikan kritik terhadap kinerja
Kementerian Pertanian.
Amran meminta agar masyarakat berani menyuarakan kondisi maupun kekurangan yang terjadi terkait dengan
pangan di wilayah masing-masing. Menurutnya kritik dan saran dari masyarakat akan langsung ditindaklanjuti oleh kementerian.