Tiba di Islamabad, Menlu Iran Gelar Pertemuan Bilateral dengan Pejabat Pakistan

25 April 2026 15:51

Ibu kota Pakistan, Islamabad, saat ini berada dalam status siaga tinggi menyusul kunjungan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait blokade Selat Hormuz, menjadi agenda utama dalam pertemuan bilateral dengan pejabat tinggi Pakistan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah tiba di Bandara Nur Khan, Islamabad, pada Jumat, 24 April 2026. Kedatangan Araghchi disambut oleh Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, serta Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir. Asim Munir dikenal memiliki pengaruh besar dalam lobi-lobi diplomasi kawasan.

Presiden Trump Kirim Utusan ke Pakistan

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan akan mengirimkan utusan khusus, yaitu Steve Witkoff dan Jared Kushner. Gedung Putih mengeklaim bahwa pihak Iran meminta pertemuan tatap muka, meskipun pihak Iran secara resmi menyatakan tidak akan ada pertemuan langsung dengan delegasi Amerika Serikat dalam kunjungan kali ini.

Salah satu tantangan terbesar dalam perundingan ini adalah penyelesaian blokade Selat Hormuz. Secara de facto, jalur pelayaran vital tersebut saat ini tertutup akibat tekanan dari kedua belah pihak, yang menyebabkan lonjakan harga minyak dunia.
 
Baca juga: Fakta di Balik Meja Perundingan: Skenario Terburuk Jika Diplomasi AS-Iran Gagal

Akibat penutupan ini, kapal-kapal pengangkut minyak dari negara-negara Teluk terpaksa dialihkan menuju Selat Panama, yang memicu pembengkakan biaya operasional yang sangat besar bagi perdagangan global.

Keamanan di Islamabad Diperketat

Untuk memastikan kelancaran pertemuan kali ini, pemerintah Pakistan mengerahkan sekitar 20.000 personel keamanan di wilayah Islamabad dan Rawalpindi. Area 'Red Zone' yang mencakup kantor Perdana Menteri, parlemen, dan kedutaan besar ditutup total bagi publik.

Kondisi di pusat kota Islamabad saat ini dilaporkan sepi menyerupai masa lockdown pandemi Covid-19. Terdapat lebih dari 600 titik pemeriksaan dan larangan penggunaan drone. Jalur-jalur utama ditutup dengan barikade, memaksa warga lokal menggunakan jalur alternatif darurat untuk beraktivitas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)