22 March 2026 01:20
Ketegangan di kawasan Asia Barat kembali memuncak setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan besar-besaran yang menargetkan lebih dari 55 titik di wilayah pendudukan Zionis Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat. Serangan ini merupakan bagian dari gelombang ke-70 operasi pembalasan bertajuk 'True Promise 4'.
Dalam operasi yang menggunakan sandi "Allahu Akbar" tersebut, Iran dilaporkan berhasil menghantam lima pangkalan regional Amerika Serikat yang berlokasi di Al-Udeid (Qatar), Al-Dhafra (Uni Emirate Arab), Ali Al-Salem (Kuwait), Erbil (Irak), serta pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS (Bahrain). Serangan ini melibatkan penggunaan teknologi militer mutakhir, termasuk rudal jenis Qiyam dan Emad, serta sejumlah drone serang.
Pihak IRGC menegaskan bahwa setiap bentuk agresi terhadap wilayah dan kedaulatan nasional Iran akan direspons dengan serangan yang jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
| Baca juga: Tak Didukung NATO dalam Perang Iran, Trump: Pengecut! |