Tingkatkan Inovasi Penanganan Stunting, Pemprov Jateng Sabet Penghargaan di NGA 2026

30 April 2026 12:19

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) meraih penghargaan kategori Outstanding Province in Progressive Stunting Rate dalam ajang National Governance Awards 2026 (NGA) yang diselenggarakan oleh Metro TV. Penghargaan ini diterima langsung oleh Gubernur Jateng Ahmad Lutfhi di Jakarta, pada Jum'at 24 April 2026. 

"Yang pertama, kita ini merupakan suatu kebanggaan, sekaligus spirit kita untuk meningkatkan dalam rangka layanan dasar yaitu kesehatan masyarakat. Kita mempunyai hampir 7.810 desa, maka yang kita lakukan adalah Speling. Jadi, dokter keliling kita ini sudah menjangkau hampir 1.030 desa, 97.000 masyarakat desa sudah terlayani dengan adanya dokter keliling. Jadi, dokter spesialis keliling yang kita lakukan," ujar Luthfi dalam tayangan Metro Pagi Primetime Metro TV, Kamis 30 April 2026. 

Pemprov Jateng menegaskan komitmen dalam memperkuat kesehatan masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui transformasi layanan berbasis komunitas yang terintegrasi dan berkelanjutan. Fokus kebijakan meliputi intervensi gizi terpadu, penguatan layanan kesehatan primer, serta digitalisasi sistem monitoring kesehatan. 

Langkah tersebut menjadikan Jateng sebagai salah satu provinsi rujukan nasional dalam percepatan penurunan prevalensi stunting. Didukung akses layanan kesehatan yang semakin merata, serta sistem digital kesehatan yang unggul, Jateng berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan.



Jateng juga menganggarkan Rp3,12 triliun dalam APBD. Alokasi ini difokuskan pada penguatan layanan kesehatan primer, peningkatan fasilitas kesehatan di desa, serta pelaksanaan intervensi gizi spesifik. Angka prevalensi stunting di Jateng saat ini berada pada level 17,1 persen, atau menurun 3,6 persen dari sebelumnya 20,7 persen. Penurunan yang progresif ini menjadi bukti efektivitas intervensi gizi berbasis komunitas, serta pemantauan rutin di tingkat Posyandu. 

"Banyak di antaranya adalah bagaimana kita mereduksi penyakit-penyakit yang menjadi prioritas nasional, di antaranya TBC, kemudian cacar, dan lain sebagainya. Maka yang kita lakukan adalah melakukan kolaborasi dari 369 rumah sakit untuk bersama-sama mengintegrasikan dengan Puskesmas, kemudian dengan rumah sakit, kemudian dengan laboratorium, kemudian dengan stakeholder yang lain, kabupaten kota, provinsi, bahkan di tingkat desa melakukan kegiatan yang sama," ucap Lutfhi.

Dengan integrasi layanan primer yang semakin kuat dan sistem monitoring yang akuntabel, Jawa Tengah menjadi rujukan nasional dalam pembangunan kesehatan yang merata, berkelanjutan, dan memberikan dampak bagi generasi mendatang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)