Dedi Mulyadi Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi

29 April 2026 20:19

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, didampingi Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menjenguk para korban kecelakaan kereta api yang tengah menjalani perawatan di RSUD Bekasi. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan moril serta materiil bagi para korban dan keluarga.

Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa mayoritas korban saat ini sudah menunjukkan kondisi yang membaik dan sudah dapat berkomunikasi. Meski demikian, masih terdapat dua pasien yang memerlukan penanganan khusus di ruang ICU, setelah sebelumnya satu orang pasien dinyatakan meninggal dunia karena luka yang cukup parah.

"Secara umum sudah membaik, tinggal yang di ICU dua orang lagi. Mudah-mudahan bisa lekas sembuh. Kalau yang lainnya sudah bisa senyum, sudah bisa diajak bicara," jelas Dedi.
 

Baca juga: Bukan Sekadar Taksi Listrik Mogok, Ahli Ungkap Kejanggalan Kecelakaan Kereta di Bekasi

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan stimulus sebesar Rp20 miliar untuk penyempurnaan fasilitas rumah sakit guna menunjang pelayanan kesehatan. Setiap pasien yang masih dirawat di lima rumah sakit di Kota Bekasi menerima bantuan sebesar Rp10 juta untuk membantu kebutuhan keluarga selama masa perawatan. Sementara itu keluarga korban yang meninggal dunia mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta.

Selain meninjau kondisi kesehatan korban, Dedi Mulyadi memberikan pernyataan tegas terkait isu pengelolaan perlintasan sebidang oleh organisasi kemasyarakatan (ormas). Ia menginstruksikan seluruh jajaran Polres Metro Bekasi Kota untuk segera mengambil tindakan terhadap oknum atau ormas yang menguasai aset publik demi kepentingan pribadi.

"Tidak boleh lagi ada ormas, ada premanisme yang menguasai aset-aset umum untuk kepentingan dirinya," tegas Dedi Mulyadi. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)