Di Balik Kali Bekasi yang Menghitam

29 August 2026 19:30

Kali Bekasi kerap berubah warna menjadi hitam pekat dan berbusa di tengah puncak musim kemarau. Kondisi ini berkaitan dengan menurunnya debit air di Sungai Cileungsi, pada saat periode panjang tanpa hujan, dan meningkatnya pada saat hujan turun di wilayah hulu.

Berubahnya air menjadi hitam tidak hanya mengindikasikan adanya polusi air, tetapi juga menimbulkan keresahan bagi warga. Umar, misalnya. 

Umar mengatakan kejadian serupa sudah terjadi sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini. Dirinya berharap pemerintah setempat dapat mengambil tindakan lebih lanjut untuk mencegah kondisi serupa terjadi berulang, mengingat dampaknya terhadap lingkungan.

"Bahaya buat lingkungan juga, jadi ikan-ikan kaya, ikan sapu-sapu juga pada mati. Harapannya ya, semoga kalo bisa ditindak lanjuti, biar jadi tempat yang lebih layak, karna dampaknya ke warga juga. Lagian juga banyak warga yang disini yang bisa nyari ikan buat keluarganya bang, buat makan, kan bahaya bang," kata Umar, dalam program Metro Siang Metro TV, Sabtu, 29 Agustus 2026.
 



Cinayah, warga lainnya, mengaku mencium aroma tak sedap dari Kali Bekasi hingga ke dalam rumahnya saat airnya berubah menjadi warna hitam. Namun karena kondisi ini dinilai terjadi cukup sering, warga sekitar mengaku sudah terbiasa dengan aroma tersebut meskipun tetap merasa terganggu.

"Ya karena kita sudah biasa kali ya. Kalau kemarau panjang gitu, kaya bulan Agustus, kaya gini kondisinya. Sampai berbusa gitu," tutur Cinayah.

Saat kondisi tersebut terjadi, sebagian besar warga memilih untuk tetap berada di dalam rumah. Warga juga menyebut air berwarna hitam tersebut diduga merupakan air kiriman yang terbawa bersama limbah industri dari wilayah lain. 

Hal ini dikaitkan dengan kondisi di sekitar Kali Bekasi yang menurut warga tidak terdapat pabrik industri. Apakah benar demikian? Simak ulasannya dalam telusur Metro TV di video di atas.



(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X