Jalan Ambles Lenteng Agung Diperbaiki, Pemprov DKI Targetkan Rampung Senin

30 May 2026 14:36

Perbaikan permanen jalan ambles di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mulai dilakukan sejak Jumat malam, 29 Mei 2026 oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dengan dukungan Dinas Perhubungan dan kepolisian. Pemerintah menargetkan proses perbaikan dapat selesai pada Senin, 1 Juni 2026 mendatang agar arus lalu lintas kembali normal.

Jalan ambles yang terjadi pada Kamis malam tersebut memiliki kedalaman sekitar dua meter dengan diameter mencapai empat meter. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, amblesnya jalan dipicu kerusakan beton saluran air bawah tanah atau hong yang sudah rapuh dan termakan usia sehingga merusak konstruksi aspal di atasnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan pihaknya langsung menginstruksikan Dinas SDA untuk segera menangani kerusakan tersebut. Menurutnya, proses perbaikan membutuhkan alat berat karena kondisi kerusakan tidak memungkinkan ditangani secara sederhana.

"Saya dari malam saya sudah hubungi Dinas Sumber Daya Air untuk segera menangani itu. Cuma memang begitu dilihat, ini memerlukan alat berat karena enggak mungkin dia tidak dikeruk," ujar Rano Karno dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu 30 Mei 2026. 

Sebagai langkah awal, petugas melakukan penanganan sementara dengan menutup lubang menggunakan timbunan batu dan tanah yang kemudian dilapisi plat baja. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.

"Alhamdulillah hari ini tidak sempurna tapi minimal bisa menambah frekuensi perjalanan, tidak menjadi semakin kecil karena kita tutup dengan plat baja. Itu membantu perjalanan," kata Rano.


Sementara itu, perbaikan permanen dimulai sekitar pukul 22.00 WIB pada Jumat malam dan dihentikan sementara pada Sabtu pagi untuk menghindari gangguan lalu lintas saat jam sibuk.

Dalam proses perbaikan permanen, petugas mengganti saluran air yang rusak dengan pemasangan box culvert berukuran 2 meter x 2 meter. Total sebanyak 16 box culvert akan dipasang dan hingga Sabtu pagi empat unit telah terpasang dengan bantuan alat berat ekskavator.

Meski kondisi lalu lintas di sekitar lokasi sudah berangsur lancar, sebagian area masih dibatasi menggunakan garis polisi dan rambu pengaman. Kendaraan yang melintas juga masih harus melewati plat baja yang dipasang di atas area perbaikan.

Rano Karno mengingatkan bahwa potensi sinkhole atau amblesan jalan bisa saja terjadi di lokasi lain di Jakarta akibat rembesan air bawah tanah yang sulit terdeteksi.

"Yang saya menjadi catatan, mungkin saja terjadi sinkhole itu bukan hanya di daerah-daerah itu karena ini rembesan air yang kita enggak tahu," ujarnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)