Akses Jalan Terputus, Satu Kompi Brimob Polda Sumsel Tertahan di Aceh Tenggara

3 January 2026 11:42

Satu kompi personel Brimob dari Polda Sumatra Selatan (Sumsel) dilaporkan tertahan di Mapolres Aceh Tenggara akibat bencana banjir dan tanah longsor susulan yang memutus akses jalan utama. Sedianya, sebanyak 100 personel ini dikirim untuk membantu proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Gayo Lues.

Rombongan yang menempuh perjalanan darat selama empat hari dari Palembang ini terpaksa menghentikan perjalanannya sementara waktu karena jalur lintas Kutacane–Gayo Lues lumpuh total. Kondisi ini diperparah oleh jebolnya tanggul akibat terjangan banjir yang terjadi baru-baru ini.

Tertahan Akibat Jalan Terputus

Menggunakan delapan unit bus, personel Brimob dijadwalkan menuju Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Tugas utama mereka adalah membantu pembersihan sarana umum dan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana di wilayah tersebut.

"Tujuan mereka ke Gayo Lues untuk perbantuan masyarakat. Namun, karena ada banjir yang menyebabkan tanggul jebol, jalan tidak bisa dilalui oleh bus," ujar Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri.
 
Baca juga:

Diperbantukan Sementara di Aceh Tenggara

Sambil menunggu kondisi jalan kembali pulih dan dapat dilalui kendaraan besar, ke-100 personel Brimob tersebut menginap di Mapolres Aceh Tenggara. Agar tetap produktif, Kapolres menyebut bahwa para personel ini diperbantukan sementara untuk membantu penanganan bencana di wilayah Aceh Tenggara.

Brimob Polda Sumsel kini terlibat dalam proses penyaluran bantuan logistik kepada warga korban banjir di sekitar Aceh Tenggara. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat agar bantuan tetap tersampaikan meskipun tujuan utama mereka masih terkendala akses.

Rencananya, seluruh personel akan langsung diberangkatkan menuju Gayo Lues segera setelah akses jalan lintas dinyatakan aman untuk dilalui kembali.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)