65,6 Hektare Lahan Terbakar di Kalbar Berhasil Dipadamkan

18 September 2026 13:56

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kalimantan Barat (Kalbar) terus berjalan. Berdasarkan laporan terbaru, sebanyak 65,6 hektare lahan dari total 122,9 hektare yang terbakar telah berhasil dipadamkan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapus Datin) BNPB Berton Panjaitan, menyampaikan, tim di lapangan terus berupaya memadamkan sisa lahan terbakar seluas 57,3 hektare hingga saat ini. Secara keseluruhan, terdapat tujuh titik api yang terdeteksi di wilayah Kalbar.

"Kami mendapati laporan tujuh titik api dan luas lahan yang terbakar itu sebesar 122,9 hektare dan ini berhasil dipadamkan sebesar 65,6 hektare lebih dan ada sisa sebesar 57,3 hektare lebih yang mestinya dipadamkan hari ini. Mudah-mudahan juga tidak ada titik-titik api baru sehingga angka ini bisa dipadamkan secara sempurna," ujar Berton, dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat, 18 September 2026.

Dalam penjelasan lebih lanjut, kondisi cuaca di beberapa kabupaten di Kalbar mulai diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Misalnya, di Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Landak, Sambas, Sekadau, Sanggau, dan Bengkayang. Meski demikian, jarak pandang (visibility) sempat berada di bawah 1 kilometer hingga mengganggu aktivitas penerbangan.

"Keadaan cuaca pada hari kemarin ada hujan ringan hingga lebat di sebagian kabupaten Kalimantan Barat yaitu di Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Landak, Sambas, Sekadau, Sanggau, dan Bengkayang," kata Berton.

 



Untuk mendukung pemadaman darat di Kalbar, sebanyak 14.759 personel Satuan Tugas (Satgas) telah diterjunkan. Penanganan dari udara (water bombing) juga diperkuat dengan pengerahan sembilan unit helikopter. Termasuk bantuan pesawat Chinook dari Jepang.

Selain di Kalbar, BNPB juga terus memantau dan menangani karhutla di sejumlah daerah lainnya:

  • Kalimantan Tengah: Terdeteksi 94 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai 218 hektare, di mana 108,7 hektare di antaranya berhasil dipadamkan. Jarak pandang yang terbatas di angka 1,1 kilometer menyebabkan beberapa jadwal penerbangan mengalami penundaan dan pembatalan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah ini belum dapat dilakukan akibat minimnya awan hujan.
  • Kalimantan Selatan: Terdapat 36 titik api dengan luas lahan terbakar 131 hektare, dan 39,8 hektare telah berhasil diatasi. Meki kualitas udara mengarah tidak sehat, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Nur masih berjalan normal.
  • Sumatra Selatan: Menjadi provinsi dengan area terbakar paling luas di Sumatra, yaitu mencapai 531 hektare dari 24 titik api, dengan 240 hektare di antaranya sudah berhasil dipadamkan.
  • Jambi dan Riau: Di Jambi tercatat 39 titik api dengan 106 hektare lahan terbakar yang sempat memicu penurunan kualitas udara hingga mengganggu penerbangan. Sementara di Riau, dari 53 hektare area terbakar, lebih dari 29 hektar sudah berhasil dipadamkan.

Kondisi cuaca yang sangat kering di Sumatra Selatan, Jambi, dan Riau membuat operasi modifikasi cuaca belum bisa dilaksanakan karena minimnya pertumbuhan awan hujan.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X