20 September 2026 09:36
Partai NasDem mengusulkan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen sebesar 7 persen dalam revisi undang-undang Pemilu. Ketua Umum Parta NasDem, Surya Paloh menilai jumlah partai yang lebih sedikit di parlemen akan membuat jalannya demokrasi menjadi lebih efektif.
“Tapi bagi kami selected partai itu jelas lebih efektif jalannya demokrasi kita dibandingkan dengan sistem multipartai, maka secara alami hanya bisa dilakukan melalui kenaikan batas ambang parliamentary threshold. NasDem mengusulkan 7 persen.” kata Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu, 20 September 2026.
Usulan parliamentary threshold 7 persen disampaikan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh usai menjamu Wakil PM Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, di NasDem Tower Jakarta pada Sabtu malam, 19 September 2026.
Surya Paloh mengakui, angka 7 persen memiliki konsekuensi bagi NasDem. Ia menyebut, hasil survei NasDem saat ini berada di angka 4 persen, namun ia menegaskan NasDem siap menerima risiko tidak lolos ke parlemen jika ambang batas 7 persen diterapkan.
“Walaupun surveinya NasDem 4 persen. Jadi NasDem itu mengikhlaskan dirinya kalau dia enggak masuk di parlemen karena parliamentary threshold-nya tinggi,” ucap Surya Paloh.