Kematian Sutrimo Disebut Janggal, MAKI Minta Saksi dari Kasus Febrie Dilindungi

29 July 2026 20:16

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menilai kematian Sutrimo, pria yang disebut sebagai kepala rumah tangga Febrie Adriansyah, janggal. Boyamin juga mendorong agar saksi-saksi yang berkaitan dengan perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Febrie bisa mendapat perlindungan.

“Ya memang janggal gitu, karena berdasarkan informasi yang diterima bahwa yang bersangkutan sempat pulang kampung dalam keadaan sehat, tidak menunjukkan gejala sakit, apalagi gejala sakit jantung itu juga nggak ada. Tiba-tiba ketika pulang, selang beberapa hari kemudian kok meninggal,” ungkap Boyamin dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Rabu, 29 Juli 2026.

Boyamin menyoroti informasi mengenai kondisi Sutrimo yang disebut mengeluarkan busa saat meninggal dunia. Ia menilai autopsi atau ekshumasi menjadi langkah penting untuk memastikan penyebab kematian Sutrimo.
 



“Paling tidak ini untuk menghindari kesimpangsiuran, kecurigaan, segala macam, maka polisi harus melakukan autopsi,” ujar Boyamin.

Boyamin menyebut bahwa keterangan dari orang terdekat Febrie dapat menjadi bagian penting dalam penyidikan. Karenanya, Boyamin meminta Kejaksaan Agung segera berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan perlindungan bagi saksi potensial.

“Menurut saya Kejaksaan Agung harus segera mengamankan calon saksi-saksi itu. Dan saya justru minta dibawa ke LPSK, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban,” ucapnya.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X