Brian Yuliarto: Presiden Instruksikan Siapkan SDM untuk Percepatan Hilirisasi

Kautsar Widya Prabowo • 26 June 2026 11:27

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang mampu mendukung percepatan industri hilirisasi nasional. Arahan itu disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

"Intinya adalah bagaimana percepatan industri hilirisasi yang diminta Bapak Presiden. Bersama Danantara ada banyak program, mulai dari farmasi, pengembangan industri farmasi, mobil nasional, motor nasional, dan lain-lain," kata Mendiktisaintek.

Pemerintah terus mendorong percepatan hilirisasi di berbagai sektor strategis nasional. Mulai dari industri farmasi, mobil nasional, motor nasional, hingga berbagai program yang dikembangkan bersama Danantara.

Usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden, Brian Yuliarto menyebut pembahasan berpusat pada langkah-langkah percepatan program hilirisasi yang menjadi prioritas pemerintah.

Menurut Brian, Presiden memberikan perhatian khusus pada kesiapan sumber daya manusia agar pengembangan industri hilirisasi tidak terkendala kekurangan tenaga kerja terampil.

"Kami diminta memastikan SDM-SDM, lulusan-lulusan perguruan tinggi kita itu nantinya betul-betul bisa memenuhi kebutuhan SDM untuk pengembangan industri hilirisasi yang memang tidak sedikit itu," tambah Brian. Karena itu, perguruan tinggi diminta menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri yang akan berkembang pesat dalam mendukung program hilirisasi.

Kebutuhan tenaga kerja tersebut tidak hanya berasal dari sektor pengolahan mineral. Pemerintah juga menyiapkan SDM untuk mendukung hilirisasi di sektor lain, termasuk aquaculture dan aqua farming. Saat ini pemerintah tengah melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan bidang keahlian yang dibutuhkan industry. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia usaha.

"Jadi kami diminta betul-betul memastikan jangan sampai nanti industri yang akan di-boosting ini yang akan dikembangkan secara cepat ini kemudian mengalami kekurangan SDM ataupun SDM-nya tidak sesuai. Misalkan kita butuh banyak tenaga ahli kelistrikan, ternyata lulusannya tidak sesuai," ujar Mendiktisaintek.

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X