Jembatan Darurat Rampung, 4 Desa di Aceh Tengah Tak Lagi Terisolasi

25 January 2026 22:49

Warga di empat desa yang selama ini terisolasi akibat putusnya jembatan di kawasan Berawang Gajah atau Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, kini bisa kembali beraktivitas normal. Jembatan darurat yang dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI Angkatan Darat telah rampung dan mulai digunakan warga.

Jembatan darurat tersebut dibangun oleh personel TNI AD dari Batalion Zeni Tempur (Zipur) 6 Satya Jaya Kodam XII/Tanjungpura yang didatangkan dari Kalimantan Barat. Pembangunan jembatan memakan waktu sekitar tiga pekan dan menjadi akses vital bagi warga Desa Burlah, Kepuyang, Buge, dan Bintang Pepara dengan jumlah penduduk sekitar 2.000 jiwa.
 

Baca juga:
Empat Kampung di Aceh Tengah Kembali Terhubung Setelah Dua Bulan Terisolasi

Sebelum jembatan darurat ini berdiri, warga terpaksa menyeberangi sungai menggunakan sling atau alat seadanya, yang berisiko tinggi terhadap keselamatan. Kini, jembatan tersebut dapat dilintasi kendaraan roda dua hingga roda empat, dengan pembatasan beban maksimal dua ton demi menjaga ketahanan konstruksi.

Salah satu warga, Zulkifli, mengaku bersyukur atas dibukanya kembali akses penghubung antardesa. Menurutnya, kehadiran jembatan darurat sangat membantu kelancaran aktivitas warga, terutama untuk distribusi logistik dan mobilitas harian.

"Alhamdulillah, akses jadi lebih bagus dan cepat. Harapannya arus lalu lintas dan ekonomi semakin lancar," ujarnya.

Dengan terbukanya akses ini, layanan kesehatan juga mulai menjangkau desa-desa yang sebelumnya terisolasi. Tim medis telah masuk ke wilayah tersebut untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. Pemerintah daerah berharap keberadaan jembatan darurat ini dapat menjadi solusi sementara sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.

(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)