25 February 2026 12:59
Laju inflasi domestik diperkirakan akan terus menanjak dalam jangka pendek, terutama saat Ramadan dan jelang Idulfitri 2026. Bank Indonesia (BI) memprediksikan inflasi pada periode tersebut takkan melampaui tiga persen secara tahunan setelah pada Januari 2026 tercatat di level 3,55 persen.
“Perkiraan kami untuk inflasi di tahun 2026 ini akan terjaga, bahkan forecast-nya itu masih di bawah tiga persen.” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, dikutip dari tayangan Zona Bisnis, Metro TV, Rabu, 25 Februari 2026.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman menjelaskan, inflasi tinggi disebabkan rendahnya harga yang diatur pemerinta pada periode yang sama di tahun lalu, termasuk diskon listrik. Aida meyakini tekanan harga selama Ramadan dan Idulfitri akan tetap terkendali.
“Yang perlu digaris bawahi untuk inflasi di 2026, adanya dampak dari diskon listrik di tahun 2025 yaitu pada Januari dan Februari, dan masih terasa dampaknya sampai Maret 2026. Sehingga di Januari ini saja IHK kita adalah 3,55 persen, sedikit di atas target inflasi kita,” ucapnya.
| Baca juga: Ramadan Datang, Dompet Jangan Tumbang! Ini Cara Atur Keuangan Agar Tetap Aman-Edukasi Ekonomi |