Jakarta: Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat membuat banyak lulusan baru merasa bingung menentukan keterampilan apa yang paling dibutuhkan di dunia kerja saat ini. Perubahan teknologi dinilai menggeser kebutuhan industri, sehingga lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kemampuan yang lebih adaptif.
Laporan Future of Jobs Report dari World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa perusahaan kini tidak hanya mencari kandidat dengan kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan berpikir dan kemampuan sosial yang kuat agar mampu menghadapi perubahan teknologi yang cepat.
Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah
Salah satu keterampilan utama yang dibutuhkan adalah kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Meski AI mampu mengolah data dalam jumlah besar, keputusan strategis dan solusi kreatif tetap membutuhkan peran manusia, terutama dalam situasi yang kompleks dan tidak selalu bisa diprediksi oleh sistem otomatis.
Selain itu, kemampuan komunikasi dan kerja sama tim juga menjadi faktor penting. Banyak pekerjaan kini dilakukan secara kolaboratif, baik secara langsung maupun jarak jauh. Ide yang baik tetap perlu disampaikan secara jelas dan dapat dikerjakan bersama tim agar menghasilkan solusi yang efektif.
Kemampuan Memahami Teknologi
Kemampuan memahami teknologi juga menjadi kebutuhan dasar di era digital. Para ahli menilai fresh graduate tidak harus menjadi programmer, namun penting memahami cara kerja teknologi baru, termasuk penggunaan AI di bidang pekerjaan masing-masing. Kemauan untuk terus belajar dinilai menjadi nilai tambah bagi lulusan baru yang ingin tetap relevan di dunia kerja.
Kreativitas serta kemampuan beradaptasi juga menjadi keterampilan penting di tengah perubahan industri. Banyak jenis pekerjaan baru muncul, sementara beberapa pekerjaan lama mulai berkurang. Individu yang fleksibel dan cepat menyesuaikan diri dinilai lebih mudah bertahan dalam persaingan kerja.
Tak kalah penting, kemampuan manajemen waktu dan disiplin diri juga semakin dibutuhkan, terutama sejak tren kerja fleksibel dan kerja jarak jauh semakin berkembang. Tanpa pengawasan langsung, pekerja dituntut mampu mengatur waktu dan target kerja secara mandiri.
Para pakar karier menilai tantangan terbesar di era AI bukanlah kehilangan pekerjaan, melainkan kesiapan individu untuk terus mengembangkan diri. Dunia kerja kini lebih menghargai kemampuan belajar dan beradaptasi dibanding sekadar gelar pendidikan.
Dengan bekal keterampilan yang tepat, lulusan baru dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang di tengah perubahan teknologi yang terus berlangsung.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)