3 February 2026 18:47
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa hingga saat ini virus Nipah belum terdeteksi masuk ke wilayah Indonesia. Kendati demikian, pemerintah tetap meningkatkan status kewaspadaan dengan memperketat pengendalian di seluruh pintu masuk negara.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan pentingnya penguatan karantina kesehatan. Langkah antisipatif ini diambil menyusul temuan kasus virus Nipah di India pada September 2025 lalu.
"Kita bersyukur sampai hari ini belum sampai Indonesia. Mudah-mudahan jangan sampai lah, kalau enggak bisa sangat mengganggu," ujar Benjamin.
Benjamin menjelaskan karakteristik virus Nipah yang berbeda dengan Covid-19. Jika Covid-19 menyebar dengan sangat masif, virus Nipah memiliki jumlah kasus global yang relatif sedikit, yakni di bawah 1.000 kasus sejak tahun 1998. Namun, ia memperingatkan tingkat kematian virus ini sangat tinggi.
"Dia enggak seperti Covid, tapi kalau tertular sangat infeksius," jelasnya.
Baca Juga :
Waspadai Gejala Mirip Pneumonia
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap gejala awal yang mirip dengan infeksi virus pada umumnya, seperti demam dan panas tinggi. Bahaya utama virus Nipah terletak pada kemampuannya menyebabkan infeksi berat pada paru-paru (pneumonia).
"Harus waspada sama semua virus ya, demam, panas. Cuman ini bahaya, dia infeksinya berat, menyebabkan pneumonia dan angka mortality-nya tinggi," ucap Wamenkes.
Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan global, termasuk langkah India yang menerapkan pembatasan wilayah (lockdown) lokal untuk mencegah penyebaran lebih luas.