Karhutla Meluas, Terdeteksi 313 Titik Panas di Kalimantan Barat

2 September 2026 18:34

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipicu musim kemarau ekstrem dan fenomena El Nino kian mengkhawatirkan di Provinsi Kalimantan Barat dan Jambi. Ribuan hektare lahan dilaporkan hangus terbakar, memicu kabut asap pekat yang mulai melumpuhkan aktivitas publik.

Di Kalimantan Barat, kabut asap tebal menyelimuti kawasan Bandar Udara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya. Jarak pandang di Kota Pontianak kini dilaporkan kurang dari satu kilometer, yang berdampak langsung pada jadwal penerbangan.

Berdasarkan data satelit NASA Terra Aqua, terdeteksi 313 titik panas (hotspot) di Kalbar dalam 24 jam terakhir. Plt. Kepala Pusat Data Informasi Komunikasi BNPB, Berton Panjaitan, mencatat total lahan terbakar mencapai 511,27 hektare, di mana hanya 135,58 hektare yang baru berhasil dipadamkan.

Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Rugito, menegaskan bahwa personel gabungan TNI-Polri dan Manggala Agni terus berjibaku di lapangan. Namun, petugas menghadapi tantangan berat berupa krisis air bersih dan karakteristik lahan gambut 60 hingga 80 persen area yang menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.
 



Kondisi di Jambi

Situasi serupa terjadi di Provinsi Jambi. Di Kabupaten Muaro Jambi, titik api baru kembali muncul di Desa Tangkit meskipun sebelumnya sempat dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hingga saat ini, total luas lahan terbakar di Jambi sejak Januari mencapai 1.776 hektare.

Pekatnya asap memaksa pemerintah setempat meliburkan siswa sekolah dasar guna menjaga kesehatan anak-anak. Angin kencang dan cuaca yang tidak menentu membuat api cepat berkobar di lahan mineral maupun gambut.

Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB sempat meninjau lokasi melalui udara, namun pemantauan tidak bisa dilakukan lama akibat terbatasnya jarak pandang pilot karena asap yang terlalu tebal. BNPB kini telah menyalurkan bantuan tangki air ke desa-desa terdampak untuk mempercepat proses pemadaman darat oleh BPBD dan warga.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan proaktif dalam pencegahan, mengingat kondisi cuaca yang masih sangat fluktuatif dan berisiko memunculkan titik api baru.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X