Pasca diguyur hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sejak sore hingga malam kemarin, kondisi di Kota Bandar Lampung mulai berangsur pulih. Intensitas paparan debu dilaporkan mulai berkurang. Warga setempat kini berfokus melakukan aktivitas bersih-bersih di lingkungan rumah masing-masing.
Jurnalis Metro TV Andi Apriandi melaporkan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandar Lampung telah mengerahkan sejumlah armada untuk mengatasi gangguan jarak pandang akibat sisa debu yang menempel di jalanan. Petugas melakukan penyiraman secara masif, mulai dari ruas jalan protokol utama hingga menjangkau gang-gang di permukiman warga.
Meski kondisi mulai kondusif, erupsi Anak Krakatau ini sempat melumpuhkan sebagian aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang kaki lima di pinggir jalan. Hujan abu vulkanik dilaporkan mencemari barang dagangan serta makanan yang dijajakan di ruang terbuka, sehingga merugikan para pedagang.
Imbauan Penggunaan Masker dan Kacamata
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengeluarkan peringatan agar warga tetap membatasi aktivitas di luar ruangan. Apabila terpaksa harus keluar rumah, masyarakat diimbau secara tegas untuk menggunakan masker dan kacamata.
Langkah antisipasi ini dinilai krusial guna mencegah iritasi mata serta bahaya infeksi pernapasan akibat menghirup partikel sisa debu vulkanik yang masih bertebaran di udara.