Krisis air bersih akibat dampak kekeringan di musim kemarau menjadi perhatian Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur. Distribusi bantuan air bersih di wilayah terdampak pun terus dilakukan, salah satunya di Kabupaten Jember.
Dikutip dari program Metro Siang Metro TV, Rabu, 15 Juli 2026, satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih terus dimaksimalkan PMI Kabupaten Jember dalam mendistribusikan bantuan air bersih di wilayah terdampak kekeringan, di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari.
Selama periode awal Juli hingga Rabu, 15 Juli 2026, PMI
Jember telah mendistribusikan sebanyak 29.975 liter air bersih untuk kebutuhan lebih dari 150 jiwa. Jumlah tersebut untuk mengisi enam tandon air yang ditempatkan di sekitar rumah warga.
Selain di Kecamatan Pakusari, krisis air bersih dampak kekeringan juga terjadi di kecamatan lain di Kabupaten Jember, di antaranya di Kecamatan Patrang, Kaliwates, dan Kecamatan Kalisat.
Ketua RT Imsiana menyebutkan, terdapat 30 KK yang terdampak kekeringan.
"Kalau warga saya sendiri kurang lebihnya memang seratus KK, cuma untuk yang terdampak itu sekarang masih sekitaran kurang lebihnya 30" kata Imsiana.