Warga Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung menerima bantuan pasokan air bersih dari BPBD Kabupaten Lebak. ANTARA/HO-Dokumen
Kemarau Panjang, BPBD Lebak Siaga 24 Jam Antisipasi Krisis Air hingga Kebakaran
Silvana Febiari • 15 July 2026 09:59
Lebak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) siaga 24 jam menghadapi musim kemarau panjang dampak El Nino. Langkah tersebut dilakukan guna mengurangi risiko kebencanaan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
BPBD Lebak berkoordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Polri, TNI, Dinas Ketahanan Pangan, PDAM, Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Relawan serta lainnya, dalam menghadapi dampak kemarau ini.
"Kita berharap dengan koordinasi itu dapat mengurangi risiko kebencanaan dan tidak menimbulkan korban jiwa," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta, dilansir dari Antara, Rabu, 15 Juli 2026.
Sukanta mengatakan musim kemarau berpotensi menimbulkan bencana alam, seperti krisis air bersih, penyebaran penyakit menular, ancaman gagal panen, dan kebakaran permukiman serta kawasan hutan.
Pihaknya menyiagakan tiga unit kendaraan tangki untuk mendistribusikan air bersih bagi masyarakat yang dilanda krisis air bersih akibat kekeringan. Pendistribusian air bersih secara gratis dilakukan ke lokasi penyaluran, setelah menerima laporan dari masyarakat melalui WhatsApp.
Ia mengajak masyarakat waspada selama musim kemarau. Salah satunya memeriksa kabel listrik agar tidak korsleting yang bisa menimbulkan kebakaran.
Masyarakat juga diminta tidak membakar rumput ilalang maupun membuang puntung rokok ke semak-semak kering. Hal tersebut dapat menimbulkan kebakaran di kawasan hutan.
"Kami berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau agar tidak menimbulkan bencana alam," ungkap Sukanta.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Sukanta. ANTARA/Mansur
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan mengatakan pihaknya sejauh ini belum menerima laporan dari petani tentang ancaman gagal panen akibat kekeringan.
"Kita minta petani agar mengaktifkan pompa air untuk menyelamatkan tanaman padi, sehingga bisa menghasilkan produksi pangan," ujarnya.