Petani Lebak Diminta Aktifkan Pompa Air Hadapi Kemarau

Areal persawahan di Blok Malabar, Kabupaten Lebak, Banten. ANTARA/Mansur

Petani Lebak Diminta Aktifkan Pompa Air Hadapi Kemarau

Silvana Febiari • 12 July 2026 14:29

Lebak: ?Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Banten, meminta petani mengaktifkan pompa air menghadapi musim kemarau atau El Nino. Langkah ini perlu dilakukan agar tanaman padi bisa menghasilkan produksi pangan.

?"Kita jangan sampai musim kemarau itu menimbulkan gagal panen," kata Kepala Bidang Produksi Distan Kabupaten Lebak Dodi Hermawan, dilansir dari Antara, Minggu, 12 Juli 2026. 

?Penggunaan pompa air berfungsi sebagai solusi untuk menghadapi musim kemarau sehingga petani tetap bisa menghasilkan produksi pangan. Pompa air, termasuk pompa pantek itu bisa menyedot air permukaan aliran sungai, embung, sumber mata air hingga air bawah tanah untuk mengaliri ke areal persawahan.
 


?Selama ini, pihaknya menerima laporan beberapa lokasi mengalami kekeringan akibat tidak terdapat sumber air. ?Berdasarkan pengalaman kemarau panjang beberapa tahun lalu, produksi pangan bisa berhasil melalui penggunaan pompa air tersebut.

?"Kami berharap petani dapat menggunakan pompa air untuk memenuhi ketersediaan air saat musim kemarau," harap Dodi.

Ia berharap petani yang mulai menanam pada musim kemarau menggunakan benih varietas Inpago dan Situ Bagendit karena lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.


Areal persawahan di Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak, Banten teraliri pasokan air melalui pompa dengan menyedot air permukaan Sungai Ciujung. ANTARA/Mansur


?Saat ini, beberapa lokasi petani di Kabupaten Lebak masih melakukan gerakan tanam untuk memenuhi persediaan pangan. Sebab, Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional tercatat sebesar 127,65 dan angka itu cukup tinggi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

?Bahkan, harga gabah kering pungut (GKP) di tingkat petani mencapai Rp7.300 per kg. Angka itu melebihi harga patokan pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg.

?"Kami minta petani tetap dapat menggunakan pompa air dan penggunaan benih Inpago dan Situ Bagendit di saat musim kemarau itu," jelasnya.

?Samsudin, seorang petani Cibadak Kabupaten Lebak mengaku tanaman padi di wilayahnya masih mendapatkan pasokan air dari jaringan irigasi. Lahan sawah di Blok Desa Malabar seluas puluhan hektare itu memiliki rata-rata usia tanam sekitar 30 hari setelah tanam.

?"Kami siap melakukan pompa air jika irigasi menyusut akibat kemarau," ujarnya.

(Silvana Febiari)