Makkah: Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf, mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjaga kondisi fisik dan mematuhi arahan petugas selama menjalani fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji, Menhaj menyampaikan pesan khusus kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar menjaga kesehatan dan tetap menjalankan ibadah sesuai kemampuan fisik masing-masing.
"Jemaah jangan banyak jalan-jalan. Panas itu berbahaya bagi kesehatan dan jemaah sendiri. Lebih baik di dalam tenda berdoa berzikir apapun yang bisa dilakukan," kata Menhaj.
Jemaah diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola makan dan waktu istirahat, serta menghindari aktivitas yang dapat menguras tenaga secara berlebihan.
Menhaj mengingatkan jemaah untuk selalu menggunakan alat pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, seperti payung, masker, dan alas kaki yang nyaman, mengingat suhu panas di Tanah Suci dapat meningkatkan risiko kelelahan dan gangguan kesehatan.
Selain itu, jemaah diminta untuk tidak memaksakan diri dalam menjalankan aktivitas yang berat dan segera melaporkan kondisi kesehatan kepada petugas apabila merasakan keluhan.
Gus Irfan juga mengimbau agar jemaah mematuhi arahan petugas dan tidak melakukan pergerakan secara mandiri demi menjaga kelancaran dan keamanan selama proses Armuzna.
"Jemaah haji ikuti arahan-arahan dari pimpinan regu, pimpinan rombongan, pimpinan kloter. Itu semua dalam rangka memberikan keamanan, kenyamanan, dan kepastian kepada jemaah," pungkas Gus Irfan.