30 April 2026 13:32
Dua hari setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api Listrik (KRL) Commuter Line dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek, situasi di Stasiun Bekasi Timur kini mulai pulih. Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas penumpang telah kembali padat dan operasional kereta berjalan normal.
Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis 30 April 2026, rute perjalanan dari arah Jakarta menuju Cikarang maupun sebaliknya sudah berfungsi sepenuhnya. Sejak subuh, warga Bekasi yang bekerja di ibu kota mulai memenuhi peron stasiun untuk menggunakan jasa transportasi KRL. Meski demikian, perjalanan ke arah Cikarang terpantau sedikit melambat saat memasuki area stasiun karena bangkai gerbong wanita KRL PLB 5568 yang masih berada di sisi rel. Bangkai gerbong yang hancur tersebut saat ini dibungkus menggunakan terpal biru dan diberi garis polisi sebagai bagian dari area investigasi.
Kronologi kejadian Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan dan Polda Metro Jaya, tragedi yang terjadi pada Senin malam 27 April 2026 tersebut berawal dari dua rentetan insiden. Awalnya, sebuah taksi online berwarna hijau tertemper oleh KRL di pintu perlintasan. Kejadian ini mengakibatkan gangguan sinyal dan ketersendatan jalur yang memaksa KRL PLB 5568 untuk menunda keberangkatannya di Stasiun Bekasi Timur.
Nahas, pada saat yang bersamaan, KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya melaju di jalur tersebut. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kereta cepat tersebut tidak sempat berhenti sepenuhnya dan menghantam gerbong wanita KRL yang sedang berhenti.