Layanan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Kembali Normal, KAI Tingkatkan Pengawasan

30 April 2026 15:31

Layanan kereta api di lintas Bekasi Timur kini telah kembali beroperasi normal setelah insiden kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek. Pemulihan ini mencakup perjalanan kereta api jarak jauh maupun KRL di jalur Jakarta-Cikarang yang sebelumnya sempat terganggu.

VP Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, memastikan bahwa seluruh operasional telah kembali berjalan sejak proses evakuasi dan perbaikan jalur selesai dilakukan.

“Kemarin pukul 14.00, kami sudah menjalankan semua operasional di jalur pascakejadian. Stasiun Bekasi Timur juga sudah beroperasi kembali dan pagi ini semua perjalanan kereta jarak jauh sudah kami aktifkan,” ujar Anne dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis 30 April 2026.

Ia menjelaskan, percepatan pemulihan dilakukan mengingat tingginya kebutuhan transportasi selama periode long weekend. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama sebelum operasional kembali dibuka.

“Kami memastikan bahwa safety tetap menjadi pertimbangan utama, tentu setelah investigasi awal di lokasi dilakukan oleh KNKT,” tambahnya.

Sebelum jalur kembali dioperasikan, KAI bersama pihak terkait telah melakukan serangkaian uji kelayakan, termasuk pengecekan rel dan sistem persinyalan. Uji coba juga dilakukan dengan menjalankan KRL dari Bekasi menuju Cikarang untuk memastikan keamanan lintasan.

“Saat melakukan uji coba pertama yaitu KRL yang dijalankan dari Bekasi menuju Cikarang dengan tentu setelah melakukan berbagai assessment safety sejak sarana dan prasarananya sudah dievakuasi gitu. Jadi memang ini sudah dilakukan untuk assessment kepastian dari safety di lokasi tersebut,” jelas Anne.

Selain itu, KAI juga melakukan sejumlah langkah antisipasi di lapangan, termasuk pemasangan palang di perlintasan yang sebelumnya dilaporkan diterobos kendaraan. Koordinasi lintas instansi seperti Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, hingga aparat keamanan terus dilakukan guna meningkatkan keselamatan.



Terkait penyebab kecelakaan, Anne menegaskan bahwa proses investigasi sepenuhnya menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Yang melakukan investigasi adalah KNKT. Nantinya mereka yang akan menyampaikan hasil temuan serta rekomendasi perbaikan secara menyeluruh,” katanya.

Di sisi internal, KAI telah melakukan evaluasi menyeluruh mencakup aspek operasional, standar prosedur, hingga pengawasan. Bahkan, penguatan aspek keselamatan juga dilakukan melalui briefing langsung kepada petugas lapangan, termasuk masinis dan frontliner.

“Kami sudah melakukan evaluasi-evaluasi bahkan pada pagi ini dipimpin langsung oleh Bapak Direktur Utama kami Bapak Bobby Rasyidin ini untuk adanya penekanan keselamatan,” ujarnya.

Sorotan lain yang menjadi perhatian adalah keselamatan di perlintasan sebidang. KAI mencatat terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan yang dinilai rawan dan membutuhkan penanganan serius, baik melalui penutupan maupun pembangunan infrastruktur seperti flyover dan underpass.

“Dari 3.500 perlintasan sebidang baik itu yang resmi, tidak resmi, ada yang dijaga, ada yang tidak dijaga. Ada 1.800 ini yang memang sangat krusial yang harus diberi pengamanan atau ditutup atau dilakukan adanya pembangunan flyover dan underpass karena ini traffic-nya sangat tinggi dan potensi kecelakaannya juga di sini cukup tinggi,” ungkap Anne.

KAI juga mengaku telah menutup lebih dari 1.000 perlintasan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tantangan muncul ketika sebagian masyarakat kembali membuka akses yang telah ditutup.

“Kami memohon dengan sangat kepada masyarakat jangan buka lagi perlintasan yang sudah ditutup dan jangan lagi membuka perlintasan-perlintasan baru karena ini sangat membahayakan banyak orang karena perjalanan kereta api ini harus didahulukan, tidak bisa melakukan pengereman mendadak karena itu akan mencelakakan lebih banyak lagi gitu,” ucapnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)