14 September 2026 18:00
Jakarta: Berhasil selamat dari insiden tenggelam atau terhempas gelombang laut tidak sepenuhnya menandakan tubuh telah bebas dari risiko kesehatan. Ancaman justru dapat muncul beberapa jam setelah seseorang keluar dari air melalui kondisi yang sering kali diabaikan.
Melansir dari Hello Sehat, terdapat dua kondisi medis yang dapat terjadi akibat masuknya air ke saluran pernapasan, yaitu dry drowning dan secondary drowning.
Kondisi ini terjadi ketika air yang masuk melalui hidung atau mulut memicu respons kejang pada pita suara (laringospasme). Saluran napas akan tertutup secara otomatis sehingga oksigen tidak dapat masuk, meskipun air belum sempat mencapai paru-paru.
Kondisi ini terjadi ketika sedikit air berhasil terhirup dan masuk ke dalam paru-paru. Paparan air tersebut dapat memicu peradangan serta penumpukan cairan (edema paru) secara bertahap dalam kurun waktu 1 hingga 24 jam setelah kejadian, sehingga fungsi pernapasan dapat terganggu.
Keduanya merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat. Sangat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat setelah mengalami insiden hampir tenggelam (near-drowning), guna memastikan kondisi dan fungsi paru-paru.
Segera cari pertolongan medis apabila muncul gejala seperti batuk berat yang terus-menerus, sesak napas, nyeri dada, atau rasa lemas yang luar biasa dalam waktu 24 jam pascakejadian.
Nah, meski seseorang telah berhasil selamat dari insiden tenggelam, kondisi tubuh tetap perlu diperhatikan setelah keluar dari air. Munculnya gejala gangguan pernapasan dalam beberapa jam setelah kejadian perlu mendapat penanganan medis untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)