14 September 2026 11:49
Jakarta: Bayangkan seseorang tiba-tiba tercebur ke laut dengan suhu air yang dingin. Alih-alih langsung berenang dan mencari pertolongan, tubuh justru bisa memberikan respons yang tidak terduga. Kondisi ini dapat membuat seseorang kesulitan mengendalikan napas hingga meningkatkan risiko tenggelam.
Tercebur secara mendadak ke dalam air laut yang dingin memicu respons fisik otomatis yang berpotensi membahayakan nyawa jika tidak direspons dengan tepat. Mengenali reaksi tubuh ini merupakan kunci utama dalam upaya penyelamatan diri di perairan terbuka.
Kondisi tercekik dan panik yang dialami secara instan tersebut dikenal sebagai Cold Shock Response. Kontak mendadak antara kulit dan air dingin merangsang refleks saraf yang memaksa paru-paru mengambil napas dalam-dalam secara otomatis (involuntary gasp). Jika wajah sedang berada di bawah permukaan air, refleks ini dapat menyebabkan air tertelan secara tidak sengaja hingga memicu tersedak.
Melansir dari Renown Health, dalam ilmu keselamatan perairan, ketahanan fisik manusia di air dingin mengikuti prinsip 1-10-1, yaitu:
Berikut adalah beberapa langkah keselamatan untuk bertahan hidup saat tercebur ke air dingin:
Selalu kenakan pelampung (life jacket) atau pakaian pelindung (wetsuit/drysuit) saat beraktivitas di perairan terbuka.
Tahan refleks panik dan fokus mengatur ritme napas pada 60 detik pertama untuk mencegah masuknya air ke saluran pernapasan.
Dekap kedua tangan di dada dan tekuk lutut ke arah perut untuk mengurangi pembuangan panas tubuh serta menghemat energi.
Nah, menghadapi situasi darurat di air dingin memerlukan ketenangan ekstra. Menahan diri dari gerakan berlebih pada menit pertama menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan peluang keselamatan saat berada di dalam air.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)