14 September 2026 11:13
Jakarta: Saat kapal berlayar, keberadaannya dapat dipantau melalui berbagai sistem pelacakan. Namun, dalam kondisi tertentu, sinyal kapal bisa tiba-tiba menghilang dari layar pemantauan. Kondisi tersebut mungkin membuat orang berpikir kapal mengalami kecelakaan atau tenggelam. Padahal, hilangnya sinyal kapal secara mendadak belum tentu berarti kapal benar-benar hilang.
Salah satu penyebabnya berkaitan dengan Automatic Identification System (AIS). Berdasarkan Windward, AIS adalah sistem pelaporan mandiri kapal yang dirancang untuk menyiarkan identitas, posisi, kecepatan, haluan, dan informasi terkait pelayaran kapal.
Data AIS ditransmisikan melalui sinyal radio dari transponder di atas kapal dan dapat diterima oleh kapal-kapal terdekat, stasiun pantai, serta penerima publik. Namun, data ini tidak terenkripsi dan dapat diterima secara publik dengan alasan untuk menjaga keamanan dan menghindari data palsu.
Menurut United States Coast Guard (USCG), jangkauan gelombang radio VHF yang digunakan AIS bergantung pada ketinggian antena. Dalam kondisi di laut terbuka, jangkauan yang umum adalah sekitar 20 mil laut.
Alhasil, jika kapal berada di luar jangkauan penerima, sinyal AIS tidak dapat diterima lagi sehingga kapal terlihat menghilang dari sistem pemantauan.
Selain persoalan jangkauan, AIS juga dapat sengaja dihentikan pengiriman informasinya. International Maritime Organization (IMO) menyebutkan bahwa kapal yang dilengkapi AIS dapat mematikannya dalam kondisi tertentu. Tim nahkoda memiliki wewenang untuk mematikan AIS jika memiliki pertimbangan khusus, terutama jika pengoperasian AIS dapat membahayakan keselamatan atau keamanan kapal.
Melansir dari Sharp Horizon, AIS dan radar merupakan dua sistem navigasi yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Jika AIS berfungsi memberikan informasi detail tentang kapal yang dilengkapi AIS, radar berfungsi mendeteksi berbagai objek dalam jangkauan. Bahkan, objek yang tidak memiliki transponder AIS juga dapat dideteksi radar.
Target kedua sistem navigasi ini juga berbeda. AIS lebih tertuju untuk menyediakan data terperinci seperti identifikasi, haluan, dan kecepatan. Sementara itu, radar dapat mendeteksi objek berupa pelampung, garis pantai, hingga objek yang hanyut melalui pantulan gelombang elektromagnetik.
Radar dapat diandalkan untuk mendeteksi rintangan fisik, tetapi tidak memberikan data terperinci tentang kapal. Oleh karena itu, kapal yang tidak muncul pada AIS belum tentu tidak terdeteksi oleh radar.
Nah, hilangnya kapal dari sistem pemantauan tidak selalu berarti kapal tersebut mengalami kecelakaan atau tenggelam. Ada berbagai faktor yang dapat membuat sinyal AIS tidak lagi terdeteksi, mulai dari jangkauan penerima hingga kondisi tertentu yang membuat AIS dimatikan. Karena itu, keberadaan kapal perlu dilihat melalui berbagai sistem pemantauan, termasuk AIS dan radar.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Eunike Michelle Gultom)