Jakarta: Di tengah pesatnya laju modernisasi dan teknologi digital, tidak semua masyarakat Indonesia telah bersentuhan dengan ponsel pintar maupun internet. Di balik luasnya wilayah Nusantara, masih terdapat suku-suku pedalaman yang memilih mengasingkan diri dan mempertahankan cara hidup tradisional.
?8 Suku Pedalaman Indonesia Tanpa Sentuhan Modernisasi
Masyarakat pedalaman ini umumnya hidup dengan mengandalkan hasil alam serta minim interaksi dengan dunia luar. Berikut delapan
suku pedalaman di Indonesia yang masih bertahan dengan kehidupan tradisional:
1. Suku Baduy Dalam (Banten)
Suku Baduy (Kanekes), khususnya kelompok Baduy Dalam, dikenal menolak modernisasi. Mereka tidak menggunakan listrik, kendaraan, maupun teknologi modern, serta menjalani kehidupan yang selaras dengan alam dan adat leluhur.
2. Suku Mante (Aceh)
Suku Mante dikenal sebagai kelompok misterius yang hidup di pedalaman hutan Aceh. Keberadaannya jarang terlihat, bahkan kerap dianggap sebagai legenda. Beberapa sumber menyebutkan mereka memiliki postur tubuh lebih kecil dibanding manusia pada umumnya.
3. Suku Samin (Jawa Tengah & Jawa Timur)
Suku Samin yang tersebar di Blora, Pati, hingga Bojonegoro memilih hidup sederhana dan menolak modernisasi. Ajaran mereka berakar dari Samin Surosentiko yang menentang kapitalisme. Ciri khasnya adalah pakaian hitam dan larangan memakai celana panjang bagi laki-laki.
4. Suku Togutil (Maluku Utara)
Suku ini mendiami hutan di Halmahera dan sangat bergantung pada alam. Keberadaan mereka kini terancam aktivitas pertambangan. Sebutan “Togutil” sendiri dihindari karena dianggap memiliki konotasi negatif.
5. Suku Kajang (Sulawesi Selatan)
Suku Kajang, khususnya Kajang Dalam, dikenal tertutup dan masih memegang teguh adat. Mereka mengenakan pakaian serba hitam dan menjalani kehidupan sederhana, meskipun sebagian mulai terbuka dengan dunia luar.
6. Suku Korowai (Papua)
Suku Korowai dikenal dengan rumah pohon yang dibangun hingga puluhan meter dari tanah. Mereka hidup di pedalaman hutan Papua dan termasuk salah satu suku yang masih sangat terisolasi.
7. Suku Polahi (Gorontalo)
Suku Polahi hidup di hutan Boliyohuto dan bertahan dengan berburu. Mereka hidup sederhana, bahkan dalam beberapa catatan belum mengenal sistem penanggalan maupun agama formal.
8. Suku Anak Dalam / Kubu (Jambi)
Suku Anak Dalam hidup secara nomaden di hutan Jambi. Mereka masih memegang kepercayaan animisme dan sangat bergantung pada alam dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Keberadaan suku-suku ini menjadi bukti bahwa di tengah arus globalisasi, masih ada kelompok masyarakat yang memilih mempertahankan identitas dan tradisi leluhur.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Daffa Yazid Fadhlan)