Madinah: Seorang marbot masjid asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan tak kuasa menahan haru saat tiba di Bandara Madinah, Arab Saudi. Dengan mengumpulkan sedikit demi sedikit penghasilannya selama 15 tahun, akhirnya ia berangkat ke Tanah Suci bersama sang istri.
Keterbatasan ekonomi tak menjadi penghalang bagi seseorang untuk mewujudkan impian besar. Sepasang suami istri dari Banjarmasin membuktikan bahwa dengan ketekunan dan kesabaran, mereka akhirnya bisa menunaikan ibadah yang dinanti setiap muslim di dunia.
Hamdi, seorang marbot masjid di salah satu masjid di Banjarmasin, berjalan tertatih-tatih menuju barisannya yang hendak menuju ke bis dan mengantarkannya ke hotel di Nabawi.
Dengan penghasilan yang jauh dari kata cukup, ia tetap menyisihkan sebagian rezekinya untuk satu tujuan, yaitu berangkat haji bersama sang istri.
Selama 15 tahun, rupiah demi rupiah dikumpulkan. Tak ada penghasilan tambahan yang signifikan, dan hanya kedisiplinan, kesabaran, serta keyakinan yang terus dia jaga.
Aminah, sang istri juga tak kuasa menahan haru. Perjalanan panjang penuh perjuangan ini akhirnya berbuah manis.
Hamdi dan Aminah mengajarkan kepada kita bahwa ibadah haji bukan semata soal kemampuan finansial, melainkan juga tentang niat, kesabaran, dan keyakinan.