Jakarta: Sejumlah fakta terkait bagaimana persiapan haji khususnya apa yang harus dibawa dan harus disiapkan oleh para calon jemaah haji Indonesia, khususnya mendekati puncak musim haji ini, di mana jutaan jemaah dari seluruh dunia termasuk juga 221 ribu jemaah haji Indonesia kini secara berangsur-angsur telah mulai memadati Tanah Suci.
Namun cuaca ekstrim dan juga perbedaan regulasi seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi calon jemaah haji Indonesia di sana. Jadi sangatlah penting bagi anda semua untuk bisa memperhatikan juga mempersiapkan sejumlah hal terutama agar kesehatan tetap terjaga dan ibadah pun tetap lancar hingga nanti bisa menjadi haji yang mabrur.
Apa saja yang dibawa dan dilakukan Jemaah?
Berikut panduan penting mengenai apa saja yang patut dan tidak patut dilakukan selama perjalanan suci ke haramain.
Terkait dengan apa saja yang dilakukan oleh para jemaah haji Indonesia tentu saja yang paling penting bawaan bekal utama adalah dokumen perjalanan di mana pasport, visa haji, tiket, kartu identitas serta kartu digital haji atau nusuk pastikan dokumen-dokumen penting ini selalu dibawa menjadi satu dalam satu tas khusus yang selalu melekat di tubuh anda.
Selain itu anda juga soyagyanya menyalin dokumen-dokumen perjalanan penting ini dalam bentuk digital dan juga tersalin dalam folder khusus yang tersimpan di phonecell anda. Selanjutnya adalah perlengkapan terkait dengan ikhram, beberapa potong kain dan jamu kena perlu anda siapkan bagi jemaah haji wanita dan juga kain ikhram untuk laki-laki dan di sana juga kita memerlukan pakaian harian yang kita pakai seharian untuk ibadah.
Selain baju muslim atau gamis usahakan membawa pakaian harian anda yang mudah menyerap keringat mengingat kondisi cuaca panas yang ada di Arab Saudi.
Tak kalah penting adalah Alquran dan sejadah lipat agar bisa dibawa kemana-mana dengan praktis tasbih, buku doa, kopi, dan lain-lainnya tentu saja ada selain obat dan multivitamin suplemen yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan tubuh anda
Hidrasi adalah kunci utama untuk bisa selalu menunjang seluruh kegiatan ibadah haji anda. Soalnya anda mengkonsumsi air putih 2 hingga 3 liter per hari atau minum minimal 200 ml air setiap jamnya. Jangan menunggu anda haus dan tak kalah penting pula semprotan air di wajah dan juga oleskan tabir Surya, mengingat cuaca di Arab Saudi bisa mencapai di atas 45 derajat untuk bisa menghindari heatstroke dan kulit kita tidak terbakar oleh sinar UV matahari.
Dan juga tak kalah penting adalah perlengkapan pribadi untuk mandi dan uangan serta alas kaki yang nyaman dan juga anda perlu siapkan adaptor universal mengingat adanya perbedaan jenis stop contact antara Indonesia dengan Arab Saudi hingga ke powerbank untuk tambahan anda memastikan daya ponsel tetap terjaga selama beribadah di Saudi Arabia.
Terkait dengan hal-hal lainnya yang perlu anda perhatikan terkait dengan keamanan finansial dan juga barang-barang berharga anda selalu usahakan membawa uang tunai saat pergi ke masjid untuk mengerjakan rukun-rukun haji lainnya.
Yang perlu diperhatikan jemaah
Dan yang lainnya adalah terkait dengan patuhi jadwal kegiatan rukun haji. Ini sangat dianjurkan memang bila terkait dengan jadwal yang sudah disiapkan di sana jangan sampai bertabrakan dengan apa yang sudah ditetapkan oleh petugas haji di sana dan istirahat yang cukup khususnya dan bisa mengurangi aktivitas fisik yang tidak perlu.
Perhatikan keamanan finansial dan barang-barang berharga anda navigasi titik berkumpul darurat jamaah ini biasanya para jemaah bisa kehilangan atau terpisah dari kelompok-kelompok mereka dan anda sewakinya bisa menetapkan dimana titik kumpul yang mudah dicapai oleh para jemaah hingga bisa bertemu dan berkumpul Kembali.
Selain itu juga ada keamanan dari kepadatan masa khususnya saat anda beribadah shahid dan juga tawaf, usahakan jangan melawan arus tawaf dimana berputar ke kanan karena ini sangat membahayakan kondisi anda.
Barang yang dilarang dibawa saat penerbangan
Selanjutnya pemeriksa apa saja barang yang dilarang untuk dibawa terutama saat penerbangan, seperti senjata api, senjata tajam, cairan mudah terbakar, korek api, powerbank dan lain-lainnya, termasuk juga cairan lebih dari 100 mili, rokok elektronik, obat tanpa resep dokter, dan juga barang-barang berbau menyengat serta rokok dalam jumlah besar. Karena tidak semua barang boleh dibawa oleh jemaah calon haji untuk berangkat ke Tanah Suci.
Larangan di Tanah Suci
Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah apa saja larangan-larangan yang ada di Arab Saudi, dimana negara Arab Saudi ini menerapkan
anti-smoking law yang melarang aktivitas merokok di 19 jenis lokasi publik termasuk masjid, hotel, di sarana transportasi umum dan juga fasilitas pemerintahan ada dua masjid suci juga, Masjidil Haram dan juga Masjid Nabawi di Madinah yang masuk dalam kawasan larangan absolut.
Artinya para jemaah haji di sana sama sekali tidak boleh merokok di dalam komplek masjid maupun di halaman luarnya. Dan aturan ini juga berlaku di sekitar hotel dan juga fasilitas jemaah dalam radius 10 meter dari pintu masuk hotel dan juga di transportasi umum seperti bus, kereta, dan pesawat pun apalagi yang bebas asap rokok. Begitu juga dengan rumah sakit, sekolah, dan juga tempat kerja.
Bagi anda para calon jemaah haji yang masih nekat merokok di tempat-tempat tadi, maka denda minimal 200 real atau sekitar Rp600 ribu menanti anda. Di beberapa kasus pelanggar yang kedapatan merokok di area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bahkan bisa ditahan hingga 7 hari sebagai bentuk efek bagi jemaah haji.
Juga dilarang untuk mengibarkan bendera sembarangan terutama di kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Otoritas keamanan Saudi bisa saja membawa pelaku pengibaran bendera untuk diproses hukum atau diperiksa jika ketahuan membawa bendera. Dan larangan mengambil barang sekecil apapun yang bukan miliknya.
Jika dokumen hilang
Apa saja yang harus dilakukan jika dokumen perjalanan seperti paspor dan lain-lain milik anda hilang? Anda coba berusaha untuk tetap tenang dan coba untuk mengingat lokasi terakhir kali dokumen anda gunakan apakah itu di hotel, di bus, di masjid.
Segera untuk lapor ke petugas Haji Indonesia atau PPIH dimana ketua kloter atau kelompok terbang karena mereka adalah jalur tercepat untuk bantuan karena memiliki koordinasi langsung dengan otoritas local. Jangan lupa anda lapor ke polisian setempat untuk bisa membuat laporan kehilangan.
Ini penting sebagai bukti resmi untuk pengurusan dokumen pengganti dan juga jangan lupa untuk menghubungi kedutaan atau konsulat RI. Karena kedutaan atau konjen RI bisa menerbitkan surat perjalanan laksana pasport atau SPLP sebagai pengganti pasport anda atau dokumen anda yang hilang. Mereka juga sangat bisa membantu berkoordinasi dengan pihak-pihak imigrasi di Arab Saudi.
Sekedar tips untuk mencegah agar dokumen anda tidak mudah hilang. Anda seyogyanya menyimpan dokumen-dokumen perjalanan penting di tas khusus yang anti air dan diusahakan tas selalu melekat di tubuh anda. Dan jangan sekali-kali menitipkan tas dokumen ini kepada orang lain apalagi orang yang tak dikenal. Selanjutnya adalah anda dianjurkan memiliki salinan digital dokumen tersebut di dalam ponsel anda.
Sumber: Redaksi Metro TV