Jakarta: Stasiun Pasar Senen menjadi salah satu stasiun penting dalam perjalanan kereta api di Jakarta. Berdiri sejak era Batavia, stasiun ini terus mengalami perubahan, baik dari sisi bangunan maupun layanan, mengikuti kebutuhan mobilitas masyarakat.
Stasiun Pasar Senen mulai beroperasi pada 31 Maret 1886, bersamaan dengan pembukaan jalur Batavia-Bekasi. Stasiun yang dibangun oleh Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij (BOS) tersebut kemudian mengalami renovasi dan diresmikan kembali pada 19 Maret 1925.
Bangunan hasil renovasi itu dirancang oleh arsitek J. van Gendt. Sejumlah elemen bangunan lama masih menjadi bagian dari kawasan stasiun, termasuk karakter arsitektur dan kanopi pada area peron.
Stasiun Pasar Senen dikenal sebagai salah satu stasiun yang banyak melayani perjalanan kereta api antarkota kelas ekonomi. Aktivitas penumpangnya pun berasal dari berbagai kalangan, mulai dari perantau, mahasiswa, pekerja, hingga keluarga yang bepergian menuju berbagai kota di Pulau Jawa.
Perubahan juga terlihat pada sistem pelayanan. Stasiun Pasar Senen kini dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukung kebutuhan penumpang, termasuk ruang tunggu dan sistem boarding berbasis teknologi pengenalan wajah.
Modernisasi tersebut berjalan bersamaan dengan upaya mempertahankan karakter bangunan bersejarah Stasiun Pasar Senen. Pengembangan fasilitas perlu menyesuaikan kebutuhan operasional sekaligus keberadaan elemen bangunan yang memiliki nilai historis.
Petugas pengatur perjalanan
Selain pelayanan penumpang, aktivitas operasional di Stasiun Pasar Senen juga melibatkan sejumlah petugas yang mengatur perjalanan kereta. Salah satunya adalah Pengatur Perjalanan Kereta Api atau PPKA.
PPKA bertugas mengatur perjalanan kereta yang masuk dan keluar stasiun dengan memperhatikan kondisi jalur serta sistem persinyalan. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari rangkaian proses yang berlangsung di balik aktivitas penumpang di peron.
Di tengah jadwal perjalanan yang padat, koordinasi menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pergerakan kereta. Perkembangan sistem persinyalan dan teknologi operasional juga turut mengubah cara kerja petugas dibandingkan masa sebelumnya.
Adli, Petugas PPKA Stasiun Pasar Senen turut berbagi komentarnya soal modernitas layanan di stasiun ini.
“Peralatan yang modern membantu kami dalam pemantauan yang lebih terintegritas ataupun memudahkan kami dalam hal pelayanan,”ujarnya.
Historis Stasiun Pasar Senen
Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menjelaskan, nilai historis Stasiun Pasar Senen menjadi salah satu bagian yang tetap diperhatikan dalam pengembangan stasiun. Sejumlah unsur bangunan bersejarah dipertahankan seiring dengan penyesuaian fasilitas untuk memenuhi kebutuhan operasional dan pelayanan penumpang.
Menurutnya, keberadaan bangunan bersejarah tersebut tidak hanya menjadi bagian dari identitas Stasiun Pasar Senen, tetapi juga merekam perkembangan perjalanan kereta api dan mobilitas masyarakat di Jakarta.
“Tentu dengan bertambahnya penumpang juga kita tambahkan (fasilitas) dengan tidak menghilangkan orisinalitas atau fasad dari Stasiun Pasar Senen,” ujarnya. (Titik Nurmalasari)