20 February 2026 02:38
Situasi di kawasan Timur Tengah semakin memanas menyusul pengerahan kekuatan militer besar-besaran oleh Amerika Serikat (AS) di tengah kebuntuan negosiasi nuklir. Menanggapi ancaman tersebut, Republik Islam Iran menegaskan bahwa pengembangan nuklir mereka murni untuk tujuan damai, bukan untuk senjata pemusnah massal.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan dengan tegas bahwa negaranya tidak berniat mengembangkan senjata nuklir. Ia bahkan menyatakan kesediaan Iran untuk menyetujui pemantauan internasional guna membuktikan transparansi program tersebut.
"Bagaimana kami harus memperjelas bahwa kami tidak sedang dan tak akan mengembangkan senjata nuklir? Siapa pun yang ingin melakukan verifikasi, silakan," ungkap Pezeshkian.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, terus menjalin komunikasi intensif dengan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi. Dalam percakapan telepon terbaru pada Rabu waktu setempat, Grossi menggambarkan perkembangan negosiasi nuklir sejauh ini berlangsung positif.
| Baca juga: Rusia Peringatkan Dampak Serius Jika AS Serang Iran Lagi |