Warga Teheran Bernapas Lega, Gencatan Senjata Jadi Harapan Baru Perdamaian

9 April 2026 10:33

Suasana di Teheran, Iran mulai berubah setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata. Rasa lega dan optimisme tampak di wajah warga yang sebelumnya diliputi ketakutan akibat ancaman konflik berkepanjangan.

Kesepakatan penghentian sementara konflik selama dua pekan ini dianggap sebagai titik terang di tengah situasi yang sempat memanas. Terutama setelah pernyataan keras dari Donald Trump terkait potensi serangan besar-besaran.

Bagi pelaku usaha hingga para buruh di ibu kota Iran, gencatan senjata ini menjadi harapan baru untuk memulihkan stabilitas ekonomi dan aktivitas kehidupan sehari-hari yang sempat terganggu. Mereka berharap kesepakatan ini tidak berhenti sebagai jeda sementara, melainkan menjadi awal dari perdamaian yang permanen.

Salah satu warga Iran, Mehdi Lilian, menyebut kesepakatan ini sebagai langkah positif yang menguntungkan Iran dan membuka peluang dicabutnya sanksi. Ia mengaku kini lebih optimistis terhadap masa depan.

"Ini menguntungkan Iran dan kami. Kami memiliki kartu kemenangan. Saya menyetujui gencatan senjata 100 persen. Saya merasa lebih optimistis," kata Mehdi, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis 9 April 2026. 
 



Hal senada juga disampaikan Hassan Biglari yang berharap gencatan senjata ini dapat berlanjut menjadi perdamaian sejati.  "Ya, saya mengetahui kesepakatan gencatan senjata itu, dan insyaAllah, kesepakatan itu akan menjadi permanen, dan perdamaian sejati akan memerintah kawasan ini," ujar Hassan. 

Baginya, perang hanya membawa kehancuran dan dampak buruk bagi semua pihak tanpa terkecuali. Sejatinya tidak ada negara yang menghendaki perang.

"Karena saya percaya perang itu tidak baik, dalam kondisi apa pun, dan tidak untuk negara mana pun. Perang membawa kehancuran dan dampak buruk," ucap Hassan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)