Madinah: Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau langsung kesiapan hotel yang akan digunakan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Madinah. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh layanan akomodasi siap beroperasi menjelang kedatangan jemaah dari Makkah.
Salah satu hotel yang dikunjungi adalah Millennium Al Aqeeq Hotel yang berada sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi. Hotel tersebut akan menjadi salah satu lokasi akomodasi bagi jemaah haji reguler gelombang kedua yang dijadwalkan mulai tiba di Madinah pada Minggu mendatang.
Dalam peninjauan tersebut, Dahnil memeriksa sejumlah fasilitas, mulai dari area lobi, restoran, hingga kamar-kamar yang akan ditempati jemaah. Ia juga meninjau kesiapan layanan hotel untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran pelayanan selama masa tinggal jemaah di Madinah.
Meski sempat menemukan kepadatan di area lift saat jam kepulangan salat berjamaah, Dahnil menilai secara keseluruhan kondisi hotel sudah siap dan memadai untuk menerima kedatangan jemaah.
"Kualitas kamar sangat baik. Fasilitas pendukung juga memadai. Yang penting adalah penempatan kamar dilakukan secara adil dengan memprioritaskan jemaah lansia dan mereka yang memiliki kebutuhan khusus," ujar Dahnil.
Menurut Dahnil, sekitar 16.930 jemaah haji reguler Indonesia akan menempati sejumlah hotel berbintang empat dan lima di kawasan Markaziyah Madinah yang berdekatan dengan Masjid Nabawi. Hotel-hotel tersebut di antaranya Millennium Al Aqeeq, Hilton, Makarem, dan Front Taiba yang selama ini lebih banyak digunakan oleh jemaah haji khusus.
Selain memastikan kesiapan akomodasi, Wamenhaj juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan selama proses perpindahan jemaah dari Makkah ke Madinah. Ia meminta seluruh petugas tetap bekerja secara optimal hingga berakhirnya operasional penyelenggaraan ibadah haji.
"Bagaimana melakukan penghantaran petugas? Semuanya sudah siap. Tim dari petugas sudah mempersiapkan penghantaran. Makanya saya sudah berulang kali menyampaikan supaya penghantaran harus tetap terjaga," kata Dahnil.
Ia mengingatkan agar petugas tidak mengendurkan semangat pelayanan meski fase akhir penyelenggaraan ibadah haji telah dimulai.
"Biasanya di akhir-akhir masa perhajian petugas akan kendor. Tapi kali ini kami memastikan semua petugas harus lebih semangat karena di ujung ini juga harus menunjukkan mereka bekerja dengan maksimal dan memberikan pelayanan yang prima," lanjut Danhil.
Dahnil juga memastikan seluruh layanan pendukung, termasuk klinik kesehatan sektor dan layanan petugas di setiap titik pelayanan, tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
"Prinsipnya seperti yang saya ulangi kepada petugas, apa pun laporannya harus direspons cepat, empatik, dan simpatik," katanya.
Pemerintah menyebut peningkatan kualitas akomodasi dan pelayanan di Madinah merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan standar layanan haji Indonesia dari tahun ke tahun, terutama bagi jemaah reguler yang menjadi mayoritas peserta ibadah haji Indonesia.