5 June 2026 19:23
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan meningkatkan nilai pembayaran utang luar negeri Indonesia. Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi tersebut masih berada dalam rentang simulasi yang aman dan tidak akan mengganggu fundamental ekonomi nasional.
Menanggapi kekhawatiran pasar mengenai potensi pembengkakan utang negara, Purbaya menjelaskan bahwa struktur utang pemerintah saat ini memiliki ketahanan terhadap fluktuasi kurs. Salah satu faktor utamanya adalah kupon surat utang pemerintah yang bersifat tetap atau fixed rate.
"Harusnya sih fixed kuponnya tapi kan kalau dia jual di pembayaran utang kan lewat ini kan lewat bond ya. Kuponnya sih konstan cuma pada waktu rupiah melemah ya meningkat kan dalam rupiah pembayarannya. Cuman kan gini, ini masih dalam range perhitungan kita," ujarnya yang dikutip Metro Hari Ini, Jumat 5 Juni 2026.
| Baca juga: Purbaya Tegaskan Data Ekonomi RI Bagus, Ini Buktinya |