Burhanuddin Muhtadi: Penunjukan Pratikno di Wantimpres Tepis Isu Kerenggangan Prabowo-Jokowi

2 October 2026 17:00

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia, Jumat siang, 2 Oktober 2026. Dari deretan nama yang mengisi kursi penasihat tersebut, penunjukan mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno sebagai Ketua Wantimpres menjadi sorotan pengamat politik. 

Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, menilai langkah Presiden Prabowo menempatkan Pratikno di posisi strategis tersebut bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Menurutnya, ada pesan politik kuat yang ingin disampaikan Prabowo kepada publik, terutama terkait hubungannya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

"Pak Pratikno adalah representasi dari Pak Jokowi. Beliau sangat kuat selama sepuluh tahun mendampingi Pak Jokowi. Sepertinya Pak Prabowo tidak ingin memberi kesan bahwa setelah reshuffle, hubungan dengan Pak Jokowi mendingin. Isu itu ditepis dengan memberi tempat bagi Pak Pratikno sebagai Ketua Wantimpres," ujar Burhanuddin dalam tayangan Breaking News Metro TV, Jumat 2 Oktober 2026. 

Lebih lanjut, Burhanuddin menekankan bahwa tantangan Wantimpres di periode ini adalah bagaimana lembaga tersebut benar-benar diberdayakan menjadi pintu aspirasi yang aktif, bukan sekadar tempat berkumpulnya para veteran politik atau pensiunan.

“Harusnya membuka semacam komunikasi internal yang baik, rapat-rapat yang baik ya, memberi semacam kesempatan yang lebar buat anggota Wantimpres yang banyak ini ya, plus membuka kesempatan buat publik untuk menyampaikan aspirasinya lewat Wantimpres,” ujarnya. 

Ia berharap Wantimpres di bawah kepemimpinan Pratikno bisa menjadi mediator yang berani memberikan masukan krusial, terutama terkait program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Asta Cita.

"Presiden jangan hanya didominasi oleh satu perspektif atau satu pintu saja. Wantimpres harus menjadi pintu lain bagi Presiden untuk menyerap aspirasi publik dan kepakaran. Wantimpres harus 'bergigi' dan punya daya dobrak," tegasnya. 

Wantimpres kali ini juga diwarnai oleh masuknya nama-nama besar dari kalangan pengusaha, seperti Chairul Tanjung, Tahir, dan Jusuf Hamka. Burhanuddin melihat komposisi ini sebagai sinyal kuat bahwa Prabowo ingin mendapatkan masukan ekonomi langsung dari para pelaku industri.

"Banyak catatan bagus dari tokoh-tokoh ekonomi ini yang sayangnya di masa lalu tidak sampai ke Presiden. Harapan saya, profil Pak Pratikno dan nama-nama jaminan mutu lainnya bisa menyuarakan kegelisahan publik agar ekonomi kita terus meningkat," tambah Burhanuddin. 

Burhanuddin juga menyarankan agar Wantimpres tidak hanya menunggu arahan, tetapi aktif melakukan aksi ‘jemput bola’ dengan merangkul pihak-pihak yang kritis terhadap pemerintah.

"Mereka yang kritis bukan berarti benci, tapi punya cara lain mencintai Republik. Wantimpres harus mengajak mereka berdiskusi dan menyampaikan data-data tersebut kepada Presiden. Ini adalah kesempatan emas untuk memperbaiki komunikasi antara pemerintah dan masyarakat," pungkasnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X