Bandung: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengecam penyerangan terhadap rombongan pemain muda Persib Bandung Elite Pro Academy di Rest Area 360, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Farhan meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut serta menyiapkan pendampingan psikologis bagi para pemain dan keluarga yang terdampak.
Pernyataan itu disampaikan Farhan setelah memfasilitasi pertemuan dengan orang tua pemain muda Persib yang menjadi korban penyerangan di Pendopo Bandung. Ia menegaskan, kekerasan dan teror tidak dapat dibenarkan dalam dunia olahraga.
“Kami dari Pemerintah Kota Bandung menyatakan sangat prihatin dan mengutuk keras tindakan teror tersebut karena teror kekerasan bukanlah bagian dari olahraga,” kata Farhan.
Ia meminta Kepolisian Republik Indonesia melakukan penyidikan secara menyeluruh dan menegakkan keadilan bagi para korban. Farhan juga menyebut terdapat sejumlah orang yang menjadi korban serta barang-barang yang mengalami perusakan dalam insiden tersebut.
Selain mendorong proses hukum, Pemerintah Kota Bandung bersama Askot PSSI Kota Bandung akan menyiapkan pendampingan psikologis bagi para pemain dan orang tua mereka. Pendampingan juga ditujukan kepada keluarga serta pihak lain yang terdampak, termasuk pasangan dari pihak yang menjadi korban.
“Dari Pemerintah Kota Bandung bersama dengan Askot PSSI Kota Bandung itu akan melakukan pendampingan, baik pendampingan psikologis untuk para atlet, untuk pasangan yang menjadi korban, serta para orang tua pemain dan para pemain,” ujar Farhan.
Pemkot Bandung juga akan berdiskusi dengan manajemen Persib untuk memperkuat pengamanan tim junior atau akademi saat menjalani pertandingan di luar kota. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan ialah menugaskan personel Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk membantu memastikan keamanan rombongan.
Menurut Farhan, personel tersebut dapat membantu mengawasi perimeter keamanan sekaligus menjadi pengemudi cadangan bus rombongan jika diperlukan. Rencana itu masih akan dibahas lebih lanjut bersama manajemen Persib.
Farhan berharap koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan manajemen klub dapat memperkuat perlindungan bagi para pemain muda. Ia menegaskan, keselamatan atlet harus menjadi perhatian agar insiden kekerasan serupa tidak terulang.