NEWSTICKER

4 Petinggi ACT Jadi Tersangka TPPU, Pakar: Kok Bisa ACT Dapat WTP?

29 July 2022 19:07

Empat petinggi Aksi Cepat Tanggap (ACT) jadi tersangka kasus penyelewengan dana donasi kemanusiaan. Di antaranya adalah dana kompensasi dari Boeing bagi korban jatuhnya Lion Air JT-601 di perairan Karawang.

Nilai dana kompensasi yang ACT selewengkan senilai minimal Rp135 milyar dari Rp34,5 milyar yang Boeing bayarkan. Temuan hasil proses hukum membuka pertanyaan baru yang mungkin awal dari kasus lain, yaitu predikat hasil audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diterima ACT selama ini dari akuntan publik.

Predikat WTP merupakan opini tertinggi atas tata kelola keuangan. Terakhir kali ACT mendapatkannya untuk laporan keuangan 2020 dari Kantor Akuntan Publik (KAP) yang terdaftar resmi di Kementerian Keuangan RI.

"Bagaimana WTP tersebut didapatkan ACT sementara tahun ini ACT terjerat kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)?" gugat Yenti Garnasih, pakar hukum TPPU Universitas Pakuan, Bogor.

Berangkat dari keraguannya terhadap WTP yang diterima ACT, Yenti Garnasih mengusulkan reformasi regulasi pengawasan audit berkala. Reformasi tersebut sangat penting agar dapat memastikan audit keuangan dilaksanakan sesuai prosedur dan WTP tidak dijadikan komoditas oleh oknum akuntan.