16 September 2026 16:30
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto berkomitmen merombak sistem pendidikan di Tanah Air untuk meningkatkan kualitas kemampuan akademik pelajar. Perombakan akan dimulai dari sistem perekrutan guru.
"Seluruh sistem pendidikan harus diperbaiki. Mulai dari rekrutmen guru," ujar Presiden Prabowo, dalam program Presiden Prabowo Subianto Menjawab di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip Rabu, 16 September 2026.
Prabowo menilai sistem perekrutan guru belum optimal karena kewenangannya diserahkan kepada pemerintah daerah. Sedangkan kebijakan desentralisasi di tingkat kabupaten/kota rawan memicu nepotisme serta politisasi dalam pengangkatan tenaga pendidik.
"Apakah bupati itu objektif, atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru, tim sukses dia, dan sebagainya? Ini yang jadi dilema bagi kita sekarang," ujar Presiden Prabowo.
Saat ini, kata Presiden Prabowo, pemerintah sedang mengkaji penarikan kembali wewenang pengangkatan guru dari daerah ke pemerintah pusat. Opsi lain, dengan menerapkan ujian kompetensi yang ketat sebelum seorang guru resmi diangkat.
"Sekarang, kalau tidak salah, kami sedang membicarakan hak mengangkat guru kembali ke pemerintah pusat. Atau mereka harus lulus ujian kompetensi baru bisa ditetapkan," tuturnya.