Taspen Ajak Mahasiswa USU Mulai Atur Keuangan

18 September 2026 23:41

Medan: PT Taspen (Persero) mengajak mahasiswa Universitas Sumatra Utara (USU) mulai mengelola keuangan sejak muda untuk mempersiapkan kebutuhan jangka panjang. Edukasi tersebut disampaikan melalui Taspen Goes to Campus Financial Well-being bertajuk “Ngerti Duit Nggak Auto Pelit”.

Direktur Operasional Taspen Tribuna Phitera Djaja mengatakan pengelolaan keuangan penting dilakukan sejak seseorang mulai bekerja, bukan hanya ketika memasuki masa pensiun.

“Kelolaan Taspen itu pesertanya sekarang 9.124.266 orang peserta, terdiri dari ASN yang anggotanya ASN itu adalah PNS dan PPPK. Kami juga mengelola empat program berdasarkan peraturan perundang-undangan yaitu Tabungan Hari Tua, pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian bagi yang aktif,” kata Tribuna dalam tayangan Primetime News Metro TV, Jumat 18 September 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Dana Pensiun 2026 bertema “Muda Berkarya, Tua Bahagia”. Mahasiswa mendapat edukasi mengenai pengaturan pengeluaran, pengendalian gaya hidup, investasi, hingga kebutuhan jangka panjang.

Dari sisi literasi keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pemahaman masyarakat mengenai dana pensiun masih menjadi tantangan. Direktur Pengawasan PUJK, EPK, & LMST OJK menyebut hasil survei literasi keuangan menunjukkan tingkat literasi terkait dana pensiun masih terbatas.

"Hasil survei literasi keuangan kami pada 2025 menunjukkan ada 27,79 persen orang yang sudah terliterasi, sedangkan tingkat inklusi atau akses ke lembaga pengelola dana pensiun hanya sekitar 5,37 persen. Lalu pada 2026, kami kembali mengembangkan survei tersebut dan hasilnya ternyata makin menurun. Bisa dikatakan, dalam tanda kutip, semakin sedikit orang yang paham atau terliterasi mengenai dana pensiun," ujar Yusri.

Sementara itu, Wakil Rektor USU Himsar Ambarita mengapresiasi kegiatan edukasi keuangan yang digelar Taspen di lingkungan kampus. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan bagi mahasiswa dalam mempersiapkan kehidupan setelah masa perkuliahan.

Selain pengelolaan keuangan, mahasiswa juga mendapat pembekalan mengenai pentingnya membangun reputasi sejak usia muda.  Ketua DPW Gerakan Ekonomi Kreatif Sumatra Utara Fadhlullah mengingatkan reputasi tidak hanya berkaitan dengan persoalan uang, tetapi juga dengan sikap dalam menjalankan tanggung jawab.

“Di masa yang masih muda ini jagalah reputasi kalian. Ini bukan cuma perkara uang. Jadi kalau misalnya kita tidak bisa menepati janji kita, ini juga kita akan mengurangi reputasi kita,” kata Fadhlullah.

Pembekalan juga mencakup pentingnya kemampuan memperoleh dan memahami informasi. Ketua Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik Komisi Informasi Pusat RI Edi Purwanto mengatakan setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan informasi sebagai bagian dari peningkatan pengetahuan.

“Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan informasi. Guna untuk meningkatkan pengetahuan dan keilmuan, itu adalah hak warga negara,” ujar Edi.

Edukasi Financial Well-being turut menghadirkan CEO and Lead Financial Trainer QM Financial Ligwina Hananto. Mahasiswa diajak memahami bahwa kebutuhan dan tantangan keuangan dapat berbeda pada setiap tahapan kehidupan sehingga kebiasaan mengelola keuangan perlu dibangun sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, Taspen juga menandatangani nota kesepahaman dengan USU. Kerja sama mencakup kemitraan strategis dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, peningkatan layanan Taspen, serta kepesertaan program Taspen Group di lingkungan USU.

Salah satu mahasiswa USU, Hanna, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru mengenai pengelolaan keuangan. 

“Saya mengikuti Taspen ini kesan dan pesannya seru banget dan asik banget soalnya ilmu yang disampaikan juga bermanfaat banget karena aku dari Ekonomi Bisnis, jadi pastinya aku belajar tentang investasi,” ujar Hanna.

Taspen menilai edukasi di lingkungan kampus menjadi salah satu upaya mengenalkan pengelolaan keuangan dan pentingnya menyiapkan masa depan kepada generasi muda sejak mulai memasuki usia produktif.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X